Internasional

Wah... Satu Lagi Tetangga RI "Berdamai" dengan Covid-19

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
15 March 2022 14:25
The cruise ships

Jakarta, CNBC Indonesia - Australia memantapkan diri untuk "berdamai" dengan Covid-19 dengan mengakhiri pembatasan perjalanan ke negara tersebut setelah 2 tahun tertahan pandemi. Hal itu ditandai dengan dicabutnya larangan masuk untuk kapal pesiar internasional mulai bulan depan.

Australia mulai melarang masuknya kapal pesiar sejak Maret 2020. Alasannya, kapal pesiar dianggap sebagai sumber penyebaran Covid-19 setelah banyak penumpang bergejala yang diizinkan untuk turun di Sydney yang akhirnya terbukti positif.

Adapun, sekitar 20% kasus Covid-19 pada awal pandemi di Australia berasal dari kapal pesiar.


Perlu diketahui, pada bulan lalu Australia juga telah membuka kembali bandaranya untuk pelancong internasional yang telah divaksin.

Pemerintah pun menegaskan tidak akan memperpanjang pembatasan perjalanan pada 17 April seiring dengan langkah Australia untuk hidup bersama virus corona setelah tingkat vaksinasi mencapai level yang sangat tinggi.

Sebelum pandemi, pada 2019, lebih dari 600 ribu penumpang dari hampir 350 kapal pesiar telah mengunjungi Australia sekaligus menjadi penyumbang utama sektor pariwisata Negeri Kangguru senilai 60 miliar dolar Australia atau sekitar US$ 43 miliar.

"Saya tidak sabar melihat terminal kapal pesiar kami sekali lagi dipenuhi oleh kedatangan penumpang internasional dan membangkitkan kembali industri ini," tutur Menteri Dalam Negeri Australia Karena Andrews dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Selasa (15/3/2022).

Sebelumnya, Perdana Menteri Scott Morrison juga telah menyatakan bahwa negaranya siap hidung bersama Covid-19 dan akan menganggapnya seperti flu biasa. Namun, dia tidak secara jelas apakah Australia akan segera memasuki era endemi.

Kendati demikian, para ahli sejatinya telah mengingatkan ancaman subvarian Omicron BA.2 yang sangat menular. Pembukaan pembatasan perjalanan dikhawatirkan akan meningkatkan tambahan kasus harian hingga 2 kali lipat dalam 4 hingga 6 minggu mendatang.

Adapun pada Selasa (15/3/2022) sore, otoritas Australia mengumumkan ada lebih dari 31.000 kasus baru dan 21 kematian. Total telah ada 3,2 juta kasus yang terkonfirmasi dan 5.612 kematian akibat Covid-19 di Australia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nambah Lagi Tetangga 'Berdamai' dengan Covid, RI Gimana?


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading