Fenomenal! Muncul 'Hotel-Hotel Hantu' di Kawasan Puncak

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
11 March 2022 09:32
Infografis/Fakta-Fakta di Balik Fenomena Apartemen 'Hantu' di Jakarta/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua tahun terkena hantaman pandemi Covid-19, makin banyak hotel-hotel yang bertumbangan, diantaranya di kawasan pariwisata Puncak. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir tingkat kunjungan terhitung tinggi, namun itu tidak cukup membantu hotel-hotel untuk tetap bertahan.

Banyak pemilik hotel yang kini menyerah dan melego asetnya ke pasaran. Hal ini terlihat di sejumlah situs jual beli properti, dimana pemilik rela melepas dengan harga yang lebih murah agar terjual lebih cepat.

Salah satunya adalah hotel dengan inisial LN yang berada di Jalan Raya Puncak, Cisarua Bogor. Hotel seluas 5.756m2 ini terdiri dari 45 kamar hotel serta 3 ruang rapat. Di dalamnya tersedia fasilitas lapangan tenis, lapangan bulutangkis, tenis meja, taman bermain, kolam renang, danau untuk memancing seluas5.000 m2.


"Harga jual cepat Rp47 miliar saja, Lokasinya strategis, 200 meter dari Jl. Raya Puncak, 4 Km ke Taman Safari, dekat Taman Wisata Matahari dan Hotel Grand USSU, serta Cimory Moutain View," tulis penjual dilansir dari Rumah.com.

Jika memiliki budget lebih rendah, pilihan bisa juga mengarah pada hotel A di Cisarua, Bogor. Hotel ini terdiri dari 43 kamar tidur dan 46 kamar mandi, luas tanah 1.964m2 serta luas bangunan 2.488m2. Pemilik melepasnya dengan harga Rp20 miliar.

Masih dengan banderol yang sama yakni Rp 20 miliar, tersedia juga hotel berinisial TBR yang berlokasi di Cipanas. Luas bangunannya lebih besar yakni 7000m2, sedangkan luas tanah 6020m2. Terdiri dari 100 kamar tidur, dengan legalitas sertifikat hak milik (SHM).

Beralih lagi ke Cisarua, Kabupaten Bogor, sebuah hotel di jalan desa tugu utara memiliki 29 kamar dengan ruang meeting. Luas tanah 6.980m2 serta luas bangunan 3500m2 dengan beragam fasilitas, mulai dari Swimming pool, Kolam ikan, arena bermain anak, resto cafe. Water heater, serta Laundry.

Meski berada di masa Covid-19, pemilik mengiming-iming calon investor dengan pemasukan fantastis. Mereka memberi sinyal bahwa wisatawan masih tersedia.

"Pemasukan Rp200 juta/ bulan, pengeluaran: 30 juta gaji karyawan, listrik, keamanan dll), kalangan pariwisata : timur tengah dan orang asing (Inggris,Belanda dll), lokasi dekat jalan raya provinsi. Masih ada lahan kosong dan bisa perkembangan hotel. Langsung owner, harga Rp38 miliar, nego," sebut penjual.

Pantauan di lapangan, kemunculan hotel-hotel di tepi jalan raya Puncak-Cipanas, ada beberapa yang terlihat tutup dan sudah tak terurus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PPKM Level 3 di Ujung Tahun, Nasib Hotel Bali Makin Tragis!


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading