Rusia-Ukraina yang Perang, Harga dan Ongkos Barang 'Terbang'!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 March 2022 16:20
Ships work to control a fire onboard the MV Zim Kingston about 8 kilometers (5 miles) from the shore in Victoria, British Columbia, Canaeda, on Sunday, Oct. 24, 2021. The container ship caught fire on Saturday and 16 crew members were evacuated and brought to Ogden Point Pier. (Chad Hipolito/The Canadian Press via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Adanya konflik yang terjadi di Ukraina membuat ketidakpastian terhadap supply chain global semakin besar. Bahkan Presiden Joko Widodo juga sudah melihat potensi terganggunya perdagangan global.

Meski saat ini sudah mulai ada perundingan gencatan senjata di antara Rusia dan Ukraina. Namun hal ini masih mempengaruhi kenaikan harga ongkos kirim cargo kontainer atau freight ke Eropa.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Riyanto, menjelaskan untuk perdagangan ke Eropa tentunya tidak akan terlalu berdampak besar karena, lokasi Ukraina yang berada dekat dengan Laut Mati bukan jalur perdagangan ekonomi.


Namun untuk rute yang harus masuk pada area Laut Mati tentu ada pengaruh. Karena kapal mau tidak mau harus melawati jalur yang berbeda, maka ada peningkatan biaya Ongkos.

"Ini namanya Bungker Adjustment Factors seperti biaya tambahan untuk bahan bakar kapal. Dalam hal ini shipping line itu terapkan itu. Selain itu ada peningkatan biaya asuransi juga. jadi ini shipping line internasional seperti latah gitu juga," kata Mahendra kepada CNBC Indonesia, Rabu (2/3/2022).

Selain itu negara beberapa pelabuhan di negara eropa juga melarang kapal Rusia untuk bersandar, dan ada suspensi pengiriman barang ke Rusia karena tekanan dari blok barat. Mahendra menjelaskan meski jumlahnya kecil tapi berpengaruh terhadap supply kapal.

"Beberapa kapal Rusia nggak boleh jalan, artinya ada ketidakseimbangan. Kalau ada ketidakseimbangan maka kelangkaan suplai kapal bisa terjadi, ditambah imbas kelangkaan imbas Covid juga belum turun," jelasnya.

Hal ini juga tercermin dari ongkos ekspor ke Eropa, Australia, dan Amerika Serikat yang sudah terdampak dari pandemi Covid - 19. Hingga membuat ongkos logistik baik berkali kali lipat.

"Adanya kondisi ini dari outlook kami ongkos logistik yang baik 600% - 900% akan naik menjadi 700% - 1000%. Karena ada kemungkinan adjustment dari rute kapal internasional," kata Mahendra.

Sebelumnya presiden Jokowi juga sudah menyinggung hal serupa saat menghadiri rapat Pimpinan TNI - Polri di Mabes TNI, Selasa (1/3/2022). Presiden menyinggung soal gangguan perdagangan secara global. Termasuk kenaikan harga kontainer.

"Sekarang terganggu semua, karena perdagangan yang tidak seimbang. Diantara negara-negara sehingga harga kontainer naik," jelasnya dalam acara itu.

Ujungnya harga barang akan menjadi semakin mahal karena ongkos angkut yang naik.

"Kalau harga naik, pre-cost naik, artinya harga barang akan ikut naik. Kalau harga naik berarti konsumen lebih mahal dari biasanya. Hati-hati dengan ini. baru urusan kontainer," jelasnya.

Melansir Reuters, tiga perusahaan kontainer terbesar, Selasa (1/3/2022) men-suspensi sementara pengiriman kargo dari dan menuju Rusia. Sebagai respon terhadap sanksi dari blok barat imbas penyerangan ke Ukraina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia-Ukraina Perang, Begini Skenario Garuda Terbang ke Eropa


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading