Internasional

Covid Hong Kong Makin Parah, Kamar Mayat Penuh

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
01 March 2022 10:00
Pasien berbaring di ranjang rumah sakit saat mereka menunggu di area perawatan sementara di luar Caritas Medical Center di Hong Kong, Jumat (18/2/2022). Rumah sakit Hong Kong mencapai kapasitas 90% pada hari Kamis dan fasilitas karantina sudah mencapai batasnya, kata pihak berwenang, ketika kota itu berjuang untuk memadamkan rekor jumlah kasus baru COVID-19. (AP Photo/Kin Cheung)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan kasus kematian Covid-19 terjadi di Hong Kong. Ini membuat wilayah itu mulai kewalahan menangani jenazah.

Bahkan, okupansi kamar mayat di wilayah administratif China itu telah mencapai level maksimal, dua minggu terakhir. Mengutip CNBC International, otoritas kesehatan Hong Kong mengatakan bahwa selain jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 yang tinggi, kota itu juga mengalami kenaikan angka kematian yang disebabkan komplikasi serius pasca cuaca dingin. 


"Ruang penyimpanan di kamar mayat rumah sakit telah mencapai kapasitas penuh," kata pihak berwenang kepada Reuters melalui email dikutip Selasa, (1/3/2022). 

"Puluhan mayat (selain Covid-19) juga menunggu di rumah sakit kecelakaan dan ruang gawat darurat untuk diangkut ke kamar mayat," jelas kepala Asosiasi Dokter Umum kota, Tony Ling.

Menurut statistik, ada 600 kematian terkait Covid-19 sejak virus itu masuk ke Hong Kong. Dari jumlah itu, ada 400 kasus  ditimbulkan hanya dalam waktu satu minggu terakhir.

Pihak berwenang mengatakan mayoritas kematian berada di kelompok yang belum divaksinasi. Banyak yang ragu untuk disuntik karena takut efek samping dan berpuas diri karena keberhasilan kota dalam mengendalikan virus pada tahun 2021.

"Sekitar 600 pusat perawatan lansia dan disabilitas telah terinfeksi selama sebulan terakhir," kata pihak berwenang.

Sementara itu, ledakan infeksi pun masih terjadi di kota dengan 7,5 juta penduduk itu. Pada Senin, Hong Kong kembali melaporkan jumlah ledakan infeksi yang signifikan dengan menemukan 34.466 infeksi virus corona baru dan 87 kasus kematian.

Hong Kong mencatat 191.804 kasus aktif saat ini. Infeksi corona kali ini merupakan gelombang ke-5 di kota bekas jajahan Inggris itu.

Sementara sebelumnya, pemerintah Hong Kong sudah melakukan langkah-langkah pembatasan mobilitas untuk mengekang laju virus. Akibat pembatasan ini, warga mulai berbondong-bondong untuk menimbun stok bahan pangan dan keperluan rumah tangga untuk beberapa hari ke depan.

Pemandangan rak supermarket kosong pun mulai menghiasi sudut kota itu. Warga khawatir bahwa pembatasan akan diperketat menjadi penguncian total.

Meski begitu, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan bahwa keputusan penguncian total belum akan diambil di wilayah pimpinannya. Dalam wawancara dengan radio Hong Kong, RTHK, Lam mengatakan masih memantau situasi.

"Warga tidak perlu khawatir karena belum ada keputusan lockdown dan pemerintah masih mengkaji situasi," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gawat! Pusat Keuangan Hong Kong Terancam Kolaps, Kenapa?


(tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading