Bukan Lagi TKA, 'Tukang Las' Rel KCJB Pakai Teknologi Ini

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
15 February 2022 14:45
Melihat progres pembangunan proyek KCIC di Tunel 6 Cikalong Wetan, Jawa Barat, Kamis, 27/1. Tunnel 6 yang berlokasi di kawasan Cikalong Wetan menjadi salah satu tunnel terpanjang dengan panjang 4.478 meter. Tunnel ini menjadi salah satu tunnel yang ditargetkan dalam waktu dekat akan tembus karena progres konstruksi sudah mencapai 97,01 persen. Proyek yang membentang dari Halim, Jakarta hingga Tegalluar, Bandung ini direncanakan melakukan trial run pada akhir tahun 2022. Tak hanya itu, uji coba KCJB juga diusulkan untuk jadi bagian dari kegiatan kunjungan G20.

“Saat ini progres KCJB terus berjalan dan sudah mencapai 79,90%. Kami akan terus melakukan upaya  maksimal untuk mewujudkan trial run di akhir tahun 2022,” tutur Presiden Direktur KCJB, Dwiyana Slamet Riyadi.

Rencana ini juga didukung oleh fakta di lapangan bahwa progres KCJB di semua lini konstruksi sudah mendekati 100 persen. Secara garis besar, progres proyek KCJB untuk konstruksi jembatan KCJB sudah mencapai 89,30%, Subgrade 78,41%, dan Tunnel 98,07%.

Produksi Electric Multiple Unit (EMU) KCJB yang dilakukan di CRRC Sifang, Tiongkok pun sudah mencapai 85%. Artinya, 7 dari 11 unit EMU atau kereta yang akan digunakan untuk KCJB sudah selesai diproduksi.

Selain EMU, Comprehensive Inspection Trail (CIT) untuk kebutuhan maintenance dan uji coba KCJB juga sudah selesai dibuat. EMU atau kereta dan CIT untuk Kereta Cepat ini sendiri direncanakan akan tiba di Indonesia pada pertengahan 2022. 
 (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan bahwa proyek kereta cepat Jakarta - Bandung akan menggunakan mesin pengelasan dengan teknologi mutakhir bernama UN-200 dalam rangka proses penyambungan rel.

Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengemukakan mesin tersebut akan digunakan untuk pengelasan rel proyek dengan mengadopsi metode Flash-butt Welding yang dikenal sebagai metode terbaik pengelasan di railway industry.

"KCJB ini kan nanti akan melaju sampai 350 km/jam. Jadi lintasannya harus yang terbaik," kata Dwiyana dalam keterangan tertulis, Selasa (15/2/2022).


Dwiyana mengakui bahwa awalnya mesin UN-200 dioperasikan oleh tenaga ahli bersertifikasi khusus dari China. Namun seiring dengan upaya transfer teknologi, saat ini tenaga lokal mulai bisa mengoperasikan mesin tersebut.

"Dan berangsur menggantikan tenaga kerja asing yang ada," kata Dwiyana.

Proses pengelasan rel proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung  (KCJB) dengan mesin UN-200 (Dok. KCIC)Foto: Proses pengelasan rel proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dengan mesin UN-200 (Dok. KCIC)
Proses pengelasan rel proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dengan mesin UN-200 (Dok. KCIC)

Adapun fasilitas dan workshop Pengelasan Rel KCJB dengan UN-200 berada di Area Workshop Welding Factory seluas 8,4 Hektar yang b di Kawasan Tegalluar Bandung Timur.

Dengan mesin ini, 1.805 batang rel akan disambung menjadi berukuran 500 meter. Tujuannya agar lintasan KCJB yang melintang dari Halim sampai Tegalluar ini tidak memiliki banyak sambungan.

Minimnya sambungan rel jadi hal penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan laju kereta. Sampai saat ini, UN-200 sudah berhasil menghasilkan sebanyak 872 batang rel sepanjang 500 m atau setara dengan 218 km.

Dwiyana menambahkan KCIC melakukan pengelasan di factory Welding untuk menjaga mutu pengelasan. Dengan melakukan pengelasan di factory welding, mutu sambungan rel dapat lebih terkontrol.

"Dalam pengelasan Flash-butt Welding, mesin memegang kedua rel yang dipanaskan. Setelah panas, kedua rel itu dipertemukan dan ditekan agar menyambung," katanya.

"Mesin Flash-butt Welding dapat secara otomatis merekam dan mengingat proses perubahan tekanan hingga perubahan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan sehingga hasil penyambungan rel sesuai dengan kebutuhan proyek KCJB," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kapan Kereta Cepat Rampung Pasca Dibor Mesin 'Raksasa'?


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading