Kemenkes: Puncak Kasus Covid Omicron Bisa 6 Kali Varian Delta

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 February 2022 17:52
Petugas kesehatan memeriksa pasien Covid-19 diruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Koja, Jakarta, Senin (30/8/2021). Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Koja terus menurun dengan peningkatan pasien sembuh.  
Diruangan IGD hanya ada tiga pasien Covid-19 yang sedang ditangani lebih lanjut.  
Di ruangan bayi terisi dua bayi berada didalam inkubator dengan penanganan khusus dari para nakes.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus konfirmasi positif Covid-19 di tanah air hari ini bertambah 5.436 kasus, menurun dibandingkan dengan sehari sebelumnya 7.427 kasus. 
Dengan pertambahan ini maka total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4,079 juta.
Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 19.398 orang pada hari ini, sehingga total kasus sembuh menjadi 3.743.716. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memproyeksikan puncak kasus penambahan kasus harian Covid-19 di tanah air akan terjadi 2-3 minggu ke depan. Jumlah kasusnya diprediksi 3-6 kali dibandingkan lonjakan kasus akibat transmisi lokal varian Delta tahun lalu.

Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi dalam keterangan pers virtual, Kamis (10/2/2022).

Menurut dia, masyarakat harus waspada mengingat tambahan kasus Covid-19 masih signifikan hingga hari ini. Berdasarkan data Kemenkes, ada tambahan 40.618 kasus baru hari ini.

Siti Nadia menjelaskan, peningkatan kasus yang dipicu transmisi lokal virus corona galur Omicron lebih cepat dibandingkan varian Delta. Sebagai gambaran, saat virus corona galur Delta merebak pertengahan tahun lalu, puncak kasus harian 56 ribu membutuhkan waktu tiga pekan.

"Kalau varian omicron saat ini, kemarin menyentuh 47 ribu, walaupun turun sedikit ke 40 ribu hari ini artinya sudah angka 40 ribu. Kalau kita melihat kecepatan penularan harus menjadi perhatian kita bahwa varian Omicron sangat cepat menular walau secara proporsi angka kesakitan dan angka kematian jauh lebih rendah," ujar Siti Nadia.

Menurut dia, beberapa daerah di Jawa dan Bali, sudah melaporkan jumlah kasus harian melampaui puncak saat transmisi lokal virus corona varian Delta tahun lalu.

"Dan kita akan melihat tren peningkatan... kita prediksi di akhir Februari atau di awal Maret ini merupakan puncak Omicron yang bisa diprediksi 3-6 kali lebih tinggi dari Delta," kata Siti Nadia.

"Walaupun demikian, kita akan melihat tren peningkatan signifikan tidak berbanding lurus dengan kasus-kasus yang butuh perawatan, kita harus waspada," lanjutnya.

Siti Nadia lantas mengingatkan kembali kepada masyarakat yang terkena Covid-19 namun tanpa gejala dan bergejala ringan agar dapat melakukan isoman di rumah maupun di tempat-tempat isoter yang disediakan. Selain itu, ada layanan telemedicine yang dapat diakses untuk membantu penyembuhan.

Lebih lanjut, Siti Nadia bilang kalau Kemenkes akan mempercepat vaksinasi penguat. Sebab, vaksinasi terbukti menekan kesakitan tertular virus corona.

"Booster sudah bisa diakses di seluruh kabupaten/kota. Kita tidak terbatas kriteria capaian dosis 1-2. Masyarakat terutama lansia mari kita ajak lansia mendapatkan vaksinasi. Karena lansia yang mendapat dosis 1 masih rendah yaitu 55%," ujar Siti Nadia.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Covid-19 RI Hari Ini Bertambah 479, Terbanyak dari DKI


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading