Wajar Sri Mulyani Cemas, Krisis Utang Dunia Itu Nyata!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
10 February 2022 14:30
Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, menyinggung soal kenaikan utang negara karena pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Tidak hanya Indonesia, berbagai negara di dunia menghadapi problema serupa.

Pandemi, kata Bendahara Negara, membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengambil lakon utama dalam kehidupan berbangsa. APBN menjadi andalan untuk menopang sektor kesehatan dan sosial-ekonomi kala dunia usaha dan masyarakat terpuruk akibat pandemi terbesar dalam 100 tahun terakhir itu.

"APBN mengalami pelebaran defisit, debt to GDP ratio kita mendekati 40-41%. Naik 30% dari kondisi sebelum pandemi," kata Sri Mulyani dalam acara BRI Microfinance Outlook, Kamis (10/2/2022).


Pandemi virus corona adalah pandemi global. Jadi bukan Indonesia saja yang pemerintahnya bekerja keras banting tulang peras keringat demi menyelamatkan rakyat dari ancaman virus yang awalnya mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut.

"Negara lain ada yang sudah 60% debt to GDP. Ada yang mencapai 75%, banyak negara berkembang sekarang mendekati 90%. Ini harus diawasi dan dipertimbangkan," tegas Sri Mulyani.

Halaman Selanjutnya --> Utang Dunia Tembus Rekor Tertinggi

Utang Dunia Tembus Rekor Tertinggi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading