Jakarta PPKM Level 3, PHRI: Semoga Februari Benar Melandai

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 February 2022 15:35
Petugas membersihkan meja makanan di Restoran di Kawasan Benhil, Jakarta, Selasa 6/4. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta ingin pemerintah meningkatkan kapasitas jumlah pengunjung yang bisa makan di tempat alias dine in di tempat makan menjadi 75 persen saat masa buka bersama (bukber) puasa sepanjang Ramadan. Saat ini, kapasitas pengunjung dine in hanya boleh 50 persen. Kebijakan ini diterapkan karena pemerintah masih melangsungkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan belum ada perubahan aturan terkait kapasitas jam operasional restoran saat momen buka puasa bersama seperti dikutip CNN Indonesia. Namun, pemerintah tetap membuka masukan dari pengusaha. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya juga mengatakan pihaknya tidak melarang pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama (bukber) di restoran atau rumah makan di masa pandemi Covid-19. Menurut Gumilar, waktu pelaksanaan kegiatan bukber tidak melanggar ketentuan dalam PPKM Mikro. Meski tidak melarang, Gumilar mengingatkan kegiatan buka bersama harus tetap menerapkan protokol kesehatan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wilayah aglomerasi DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) masuk pada kriteria aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 untuk satu pekan ke depan. Meski diakui akan ada dampak penurunan kunjungan, namun sudah diprediksi.  

Ketua DPP Asosiasi Perhotelan dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan perubahan aturan ini berdampak bagi bisnis restoran dan hotel. Dimana okupansi hotel saat low season saat ini hanya berkisar di 40 - 50%, sedangkan hotel berbintang 25 - 35%.

"Dampaknya tentu ada, untuk hotel orang yang nggak perlu-perlu banget ya akan mengurangi mobilitasnya. Dimana diprediksi akan berkurang 10 - 15% untuk tamu hotel," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/2/2022).


Selain itu, menurut Sutrisno, kunjungan ke restoran juga akan berkurang karena masyarakat biasanya juga akan menghindari tempat yang berpotensi adanya kerumunan seperti restoran.

"Omicron ini penularan cepat sekali, ada golongan 60 tahun ke atas yang ada komorbid juga. Jadi kelompok ini akan berkurang untuk keluar rumah," jelasnya.

Mobilitas Warga Jakarta Saat PPKM Level 3 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Mobilitas Warga Jakarta Saat PPKM Level 3 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Mobilitas Warga Jakarta Saat PPKM Level 3 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Namun seberapa besar dampaknya harus dilihat kembali. Jika aturan PPKM level 3 berlanjut panjang dampaknya akan lebih besar terhadap bisnis restoran. Dimana pada 2020 lalu jumlah PHK di bidang restoran mencapai 200 ribu orang menurut data PHRI.

Sutrisno berharap prediksi pemerintah benar, dimana akhir Februari ini lonjakan kasus omicron bisa terkendali dan mulai melandai.

Untuk diketahui, Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 9/2022, aturan operasional restoran dan kafe hanya sampai pukul 21.00, dengan kapasitas maksimal 60% maksimal satu meja 2 orang. Waktu makan juga hanya berlaku sampai 60 menit.

Sementara untuk kafe dan restoran yang beroperasi malam hari hanya dibatasi pukul 18.00 - 00.00 WIB dengan kapasitas pengunjung hanya 25%, dan maksimal meja hanya 2 orang. Serta waktu makan maksimal 60 menit.

Sementara waktu PPKM level 2 sebelumnya waktu operasional restoran dan kafe di Jakarta maksimal hingga 21.00 dengan kapasitas maksimal 75% dan waktu makan maksimal 60 menit.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jika Rem Mendadak Gegara Omicron, Pengusaha: Ekonomi Kolaps


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading