Bos KCIC Blak-blakan Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 February 2022 11:05
Pekerja Mengerjakan Proyek Tunnel #1 Kereta Cepat Jakarta Bandung Sepanjang 1.885 meter atau 1,8 kilometer yang berlokasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 5+500, Kamis, (27/1/2022). Tunnel 1 merupakan terowongan dengan dua lintasan kereta cepat yang berlokasi di area Halim dan berjarak 2.5 kilometer dari Stasiun Kereta Cepat.

Tunnel 1 dirancang sepanjang 1.885 meter dan dibangun dengan metode Tunnel Boring Machine (TBM). Terowongan ini melintang menembus bagian bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Pembangunan proyek Tunnel 1 ini dilakukan menggunakan mesin bor atau Tunnel Boring Machine (TBM). TBM merupakan mesin bor pembuat terowongan yang didatangkan langsung dari negeri China, untuk membuat struktur Tunnel 1 Kereta Cepat Jakarta Bandung. TBM yang digunakan memiliki diameter 13,23 meter dengan panjang 102,3 meter, berat 2.600 ton dan menjadi mesin bor TBM terbesar se-Asia Tenggara.

TBM kereta cepat ini beroperasi menggali struktur tunnel 1 dengan rata-rata 113 meter per bulan. Saat beroperasi maksimum, TBM kereta cepat mampu menggali hingga 322 meter dalam satu bulan.

Ukuran TBM yang sangat besar ini diganjar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai mesin bor terbesar penggali terowongan yang ada di Indonesia. Dari 5 tunnel yang telah dibangun untuk proyek KCJB, hanya Tunnel 1 Halim yang dibangun menggunakan mesin bor TBM. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung terus didorong untuk selesai pada Juni 2023 mendatang. Namun bukan pekerjaan mudah karena masih ada beberapa masalah yang menghambat proyek ini.

Saat ini perkembangan fisik pembangunan proyek ini sudah mencapai 79,9%, dimana progres jembatan sudah 89%, subgrade 78%, terowongan 98%.Adapun pengerjaan empat stasiun sudah berkisar 40% - 60%.

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, harapan presiden akhir 2022 bisa dilakukan uji coba secara dinamis, waktu kunjungan ke titik pekerjaan terowongan 2 pada 17 Januari 2022 lalu.


"Uji coba dari stasiun Tegalluar Bandung Timur dan Padalarang Bandung Barat, baru saatnya nanti Juni 2023 bisa dioperasikan," jelasnya dalam RDP dengan Komisi V, Senin (8/2/2022).

Dia mengatakan kendala pembangunan pada terowongan 2 sudah ditemukan solusi, namun Presiden meminta dilakukan secara hati-hati karena kondisi tanah yang tidak stabil.

Banyak Masalah

Proyek ini juga menemui sejumlah masalah. Seperti finansial terkait adanya pembengkakan biaya yang saat ini masih menunggu audit dari BPKP, pandemi, hingga masalah teknis.

Pada terowongan 2,4, dan 6 dibangun pada area clayshale, sehingga penyelesaian ekskavasi molor menjadi April 2022 dari Agustus 2021.

Selain itu relokasi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) di beberapa titik juga menemui kendala, karena ada penolakan dari warga. Meski menurut Dwiyana sudah ketemu jalan keluar.

"Kami harus merelokasi tower PLN 126 tower ada isu penolakan warga mereka minta kompensasi dan dibebaskan, sementara dari aturan Kementerian ESDM tidak dimungkinkan. namun sudah terselesaikan dimana target awal Mei 2021 menjadi Februari 2022," jelasnya.

Selain itu ada pekerjaan timbunan dari preloading dan subgrade juga molor. Dimana dijadwalkan selesai Juli 2021, namun karena beberapa kendala eksternal maka penyelesaiannya baru bisa dilakukan pada Agustus 2022.

KOMISI V DPR RI RDP DENGAN DIRJEN PERKERETAAPIAN (Tangkapan Layar Youtube)Foto: KOMISI V DPR RI RDP DENGAN DIRJEN PERKERETAAPIAN (Tangkapan Layar Youtube)
KOMISI V DPR RI RDP DENGAN DIRJEN PERKERETAAPIAN (Tangkapan Layar Youtube)

Balik Modal Sekitar 40 Tahun

Dari hasil feasibility study terbaru pada 2021 lalu, penumpang kereta cepat berkurang, salah satunya adalah rencana pemindahan ibu kota negara.

Dwiyana memaparkan, demand forecast pada 2017 lalu menunjukkan jumlah penumpang per hari bisa mencapai 61.157 orang. Kemudian studi terbaru yang dilakukan Juni 2021 lalu oleh Polar Universitas Indonesia, turun menjadi 31.215 penumpang per hari.

"Dengan memperhatikan semua asumsi termasuk terkait adanya rencana pemindahan Ibu Kota dan lain-lain penumpang menjadi 31.215 penumpang per hari," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V, Senin (7/2/2022).

Adapun nilai investasi proyek saat ini membengkak yang diperkirakan menjadi Rp113 triliun dari harga investasi awal Rp84 triliun. Meski angka total investasi masih dikaji oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dwiyana mengatakan, dari nilai investasi, jumlah penumpang dan harga tiket. Diperkirakan proyek ini akan balik modal dalam kurun waktu 40 tahun. Sangat sulit mengikuti feasibility study dimana asumsi balik modal dapat terjadi dalam kurun waktu 20 tahunan.

"Saat ini perhitungan FS masih belum final, kemarin sempat di angka 40 tahun, namun masih kita coba evaluasi agar kira-kira apakah ada lagi potensi revenue stream lagi atau strategi bisnis yang lain yang bisa membuat BEP (break even point) bisa lebih kecil dari 40 tahun," kata Dwiyana.

Selain itu, KCIC sendiri mendapat konsesi selama 50 tahun, termasuk masa konstruksi dan pengembangan. Meksi kerap molor tapi pengoperasian kereta cepat ini ditargetkan pada Juni pada 2023 mendatang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Molor, Jokowi Ungkap Masalah Kereta Cepat Jakarta - Bandung


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading