Harga CPO Bakal Lanjut Terbang, Ini Penyebabnya!

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
02 February 2022 08:10
Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) diprediksi masih akan lanjutkan penguatan di tahun 2022.

Sejak awal tahun, harga CPO terlantau telah melesat 19,05%. Menurut data Refinitiv, pada Senin (31/01/2022), harga CPO terkoreksi 0,64% ke MYR5.592/ton, setelah menguat selama empat hari beruntun.

Pada Jumat pekan lalu, harga CPO berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa terbaru pada penutupan pasar, yaitu MYR5.628/ton.

Harga diyakini dalam tren menguat akibat potensi penurunan pasokan.

Dimana, pemerintah memberlakukan kebijakan wajib pasok kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/ DMO). Yang diikuti dengan domestic price obligation (DPO). Dengan DMO, eksportir minyak goreng wajib memasok CPO maupun RBD palm oil setara 20% dari total volume ekspornya.

Kebijakan DMO dan DPO minyak sawit adalah lanjutan paket regulasi pemerintah yang diklaim bisa menekan dan menjaga kestabilan harga minyak goreng.

Di satu sisi, pemerintah juga telah mengumumkan rencana uji jalan atau road test kendaraan berbahan bakar biodiesel campuran minyak sawit 40% (B40) pada Februari 2022. Dimana uji laboratorium untuk pemanfaatan B40 sudah berlangsung sejak 2020 dan 2021.

Program biodiesel diakui jadi salah satu pemicu lonjakan harga CPO dunia. Yang kemudian berdampak pada liarnya lonjakan harga minyak goreng.

Laboratorium pengembangan B40 milik ESDM. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Foto: Laboratorium pengembangan B40 milik ESDM. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Laboratorium pengembangan B40 milik ESDM. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, lonjakan harga CPO saat ini tidak terlepas dari dampak kebijakan Indonesia, yang mendorong penggunaan biodiesel. Program B30 diakui menjadi penyebab lonjakan harga CPO dan itu menguntungkan Indonesia.

Dengan program B30, konsumsi CPO pun meningkat. Dan, akan semakin bertambah jika B40 dilaksanakan.

Lutfi mengatakan, lonjakan harga CPO saat ini tidak terlepas dari peran kebijakan Indonesia, yang mendorong penggunaan biodiesel. Program B-30 diakui menjadi penyebab terus menguatnya harga CPO dan itu menguntungkan Indonesia.

"Yang buat CPO ini tinggi adalah Republik Indonesia. Sebagai penghasil CPO terbesar dunia, bikin B30, harganya meloncat. Dan ini sangat menguntungkan Indonesia," kata Lutfi saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, (31/1/2022).


Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang mengakui, ide menunda B40 sempat terlontar dalam rapat maraton bersama pemerintah, membahas langkah dan upaya menekan laju lonjakan harga minyak goreng.

Namun, ide itu tidak mendapat respons positif. Meski strategis untuk menekan harga CPO dan minyak goreng.

"(Bisa mengurangi) konsumsi CPO untuk biodiesel (jika B30 turun jadi B20 atau tunda B40). Dan sudah dipertimbangkan dan diputuskan untuk tidak diambil. Menurut banyak orang begitu (bisa strategis tahan laju lonjakan harga CPO), tapi banyak orang lain tidak begitu," kata Togar dalam diskusi virtual soal Outlook Perkebunan 2022, Senin (31/1/2022).

Togar mengatakan, program biodiesel, atau blending CPO adalah instrumen yang dirancang menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan di pasar.

"Artinya, kalau harga terlalu tinggi dan berdampak ke harga minyak goreng, dan ini menyangkut masyarakat banyak. Nah, sebenarnya bisa menggunakan instrumen ini (program biodiesel) untuk menstabilkan harga. Untuk tahunn 2022, harga CPO kemungkinan masih akan berlanjut naik," kata Togar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

B40 Siap 'Berselancar' Februari 2022, Uji Jalan Disiapkan!


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading