Internasional

WHO Sebut Covid RI Bisa Berakhir di 2022, Tapi Ada Syaratnya!

News - Sef, CNBC Indonesia
29 January 2022 06:45
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi bisa saja berakhir di 2022. Namun untuk melakukannya ada syarat yang harus dilakukan negara-negara dunia.

Syarat itu adalah memastikan program vaksinasi berhasil dan pengobatan sesuai target. Selain itu, harus siaga melacak kemunculan varian baru dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan taat serta konsisten.


Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan distribusi vaksin di negara miskin harus dipercepat. Sebanyak 70% populasi suatu negara harus sudah divaksinasi pertengahan tahun ini.

Di data WHO, dari 194 negara anggota, setengahnya bahkan belum mencapai target 2021 yakni 40% vaksinasi. Afrika saja, 85% belum menerima satu pun dosis vaksin Covid-19.

"Kita tidak bisa mengakhiri fase darurat pandemi kecuali kita menjembatani kesenjangan ini," ujarnya ke dewan eksekutif organisasinya itu awal pekan ini.

"Rata-rata pekan lalu, 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik, dan seseorang meninggal karena Covid-19 setiap 12 detik.

Sementara itu, dikesempatan berbeda, pejabat WHO menegaskan bahwa Covid-19 memang tidak akan pernah bisa diberantas. Tetapi masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakhiri status darurat pada tahun ini.

Hal ini dikatakan Direktur Darurat WHO Michael Ryan dalam agenda Agenda Davos yang berlangsung secara virtual pekan lalu. Status pandemi bisa diubah menjadi endemi.

"Kita tidak akan mengakhiri virus tahun ini. Namun yang dapat kita akhiri adalah 'darurat kesehatan masyarakat'," kata dikutip CNBC International.

"Ini, kematian, rawat inap, gangguan yang menyebabkan tragedi. Bukan virus. Virus adalah kendaraan."

Meski menjadi endemi, ia tetap meminta semua orang waspada. Sekali lagi, ia meminta warga dunia sadar akan pentingnya vaksinasi.

"Endemik tidak berarti 'baik', itu hanya berarti 'di sini selamanya','" tambahnya.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah mencapai tingkat kejadian penyakit yang rendah dengan vaksinasi maksimum dari populasi kita sehingga tak ada yang harus mati. Itulah akhir dari keadaan darurat dalam pandangan saya. Itulah akhir dari pandemi."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Beri Kabar Melegakan Terbaru, Pandemi Berakhir Tahun Ini?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading