Jokowi Sampai Tony Blair Bakal Hadiri B20 Inception Meeting

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
26 January 2022 19:54
FILE - Former British Prime Minister Tony Blair is shown ahead of a meeting at the EU Charlemagne building in Brussels, in this Wednesday, Nov. 6, 2019, file photo. Hundreds of world leaders, powerful politicians, billionaires, celebrities, religious leaders and drug dealers have been stashing away their investments in mansions, exclusive beachfront property, yachts and other assets for the past quarter century, according to a review of nearly 12 million files obtained from 14 different firms located around the world. The report released Sunday, Oct. 3, 2021,  by the International Consortium of Investigative Journalists involved 600 journalists from 150 media outlets in 117 countries. Former British Prime Minister Tony Blair is one of 330 current and former politicians identified as beneficiaries of the secret accounts. (Stephanie Lecocq/Pool via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia pada tahun ini mendapat kehormatan sebagai Presidensi B20 Indonesia Summit. Sebagai pemanasan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan mengadakan B20 Inception Meeting pada 27-28 Januari 2022 yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.


Di samping itu, juga turut hadir 1.500 peserta dari negara-negara anggota G20 yang terdiri dari para pemimpin bisnis, pejabat tinggi pemerintah, asosiasi bisnis dan akan diisi oleh beberapa pembicara utama yang membahas isu-isu prioritas paling mendesak dari agenda ekonomi global.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid yang juga Penanggung Jawab Presidensi B20, forum B20 Indonesia 2022 ini mengambil tema Kemajuan Inovatif, Inklusif dan Pertumbuhan Kolaboratif yang sejalan dengan G20. Tujuannya mengarah pada stimulus pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi semua negara, melalui forum bersama dengan komunitas bisnis internasional yang akan merekomendasikan kertas kebijakan.

Turunan dari tiga isu prioritas itu yakni melanjutkan pemulihan dan pertumbuhan kolaboratif dengan memfasilitasi kerja sama lintas batas untuk bersama-sama pulih lebih kuat, lalu meningkatkan ekonomi global yang inovatif dengan memanfaatkan potensi kemajuan teknologi dan kreativitas yang pesat serta menempa masa depan yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan dan UMKM serta melestarikan bumi layak huni.

Dalam acara Inception Meeting B20 ini, Jokowi dijadwalkan hadir untuk membuka acara ini sekaligus memberikan arahan mengenai tiga isu prioritas yang harus dibawa di B20, yakni Global Health Architecture, Digital Transformation dan Energi Transition. Harapan presiden, melalui penguasaan pada ketiga aspek tersebut maka visi besar membawa bangsa Indonesia menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia pada tahun 2030 akan terwujud.

"Pemerintah menginginkan Forum B20 ini sebagai titik lompatan Indonesia keluar dari krisis ekonomi. Pasalnya, forum ini akan mempertemukan pemimpin bisnis perusahaan multinasional, organisasi dan komunitas bisnis dari seluruh negara anggota G20 yang akan memberikan rumusan dan masukan mengenai pemulihan ekonomi di masa pandemi," jelas Arsjad.

Salah satu hal penting dari Inception Meeting B20 Indonesia 2022 ini adalah hadirnya petinggi dan delegasi dari negara G20 yang memberikan pandangan serta insight segar mengenai rekomendasi atau kebijakan-kebijakan apa saja yang mesti diambil dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Shinta Kamdani, Ketua Umum dan WKU Koordinator Maritim, Investasi dan Luar Negeri sekaligus Ketua Penyelenggara B20 pastikan beberapa petinggi delegasi yang akan hadir menjadi pembicara kunci.

Adalah Tony Blair yang akan membahas hal penting seputar kesehatan global untuk mengakhiri pandemi saat ini dan bagaimana upaya bersama untuk mencegah munculnya pandemi di masa yang akan datang. Sementara Prof Klaus akan membahas mengenai peran penting kolaborasi dan inovasi berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi problem-problem dunia.

Selain itu, Dr Kishore Mahbubani dari Institut Riset Asia di National University of Singapore juga akan memberikan kata pengantar di acara ini mengenai perubahan konteks geopolitik akibat pandemi dan implikasi dari perubahan ini terhadap bisnis serta rekomendasi kebijakan apa yang harus diperhatikan oleh grup B20.

Sementara itu dalam Fireside Discussion pada topik inovasi dan keberlanjutan akan dihadiri oleh Brad Smith (President & Vice-Chairman microsoft), Joseph C Tsai (Executive Vice Chairman Alibaba), Michael R Bloomberg (Founder of Bloomberg LP), Alok Sharma (President of COP26), Amin H Nasser (President & CEO of Saudi Aramco) dan Mark Carney (UN Special Envoy on Climate Action and Finance).

Shinta yakini petinggi bisnis dari perusahaan multinasional raksasa ini akan memberikan pandangan mengenai kolaborasi, inovasi dan teknologi apa yang dimungkinkan dapat digunakan untuk membantu dunia tumbuh pasca pandemi serta langkah-langkah yang dapat diambil bisnis untuk menjaga planet ini tetap layak huni termasuk dalam sektor energi ramah lingkungan.

"KADIN Indonesia berharap forum ini akan melahirkan gagasan yang dapat diaktualisasikan menjadi regulasi dan investasi konkrit. Tentunya untuk mencapai itu, komunitas bisnis atau pengusaha perlu bekerja sama dengan publik (pemerintah) dalam merealisasikan proyek investasi berskala besar untuk memberikan dampak positif yang besar kepada masyarakat dan negara," pungkas Arsjad.

Pertemuan pendahuluan B20 ini terlaksana atas dukungan PT Astra International Tbk, PT Bayan Resources Tbk, PT Indika Energy Tbk dan Sinar Mas Group.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

GudangAda & Kadin Salurkan 4.000 Paket Bantuan Sembako


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading