2021 Kipas-Kipas, 2022 Target Setoran Batu Bara Cs Diturunkan

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 January 2022 17:40
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia bisa dikatakan ketiban 'durian runtuh' pada 2021 karena melonjaknya sejumlah harga komoditas, termasuk batu bara dan komoditas mineral lainnya, termasuk nikel.

Melonjaknya harga batu bara di pasar internasional, bahkan sempat menyentuh US$ 280 per ton pada awal Oktober 2021 membuat penerimaan negara juga terdongkrak.

Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mineral dan batu bara pada 2021 mencapai Rp 75,16 triliun atau 192,2% dari target yang ditetapkan pada awal tahun.


"PNBP 2021 alhamdulillah dari sektor minerba realisasinya sebesar Rp 75,16 triliun atau 192,2% dari target," ungkapnya saat konferensi pers, Kamis (20/01/2022).

Adapun realisasi produksi batu bara pada 2021 mencapai 614 juta ton, lebih rendah dari target sebesar 625 juta ton.

Sementara itu, pada 2022 ini dia mengatakan target PNBP Minerba turun menjadi Rp 42,36 triliun.

Dia mengatakan, lebih rendahnya target PNBP Minerba pada 2022 dibandingkan dengan realisasi 2021 karena pihaknya masih menggunakan asumsi produksi batu bara sebesar 550 juta ton dan Harga Batu Bara Acuan (HBA) US$ 67,3 per ton.

Sementara untuk target produksi batu bara pada 2022 ini, imbuhnya, ditargetkan bisa mencapai 663 juta ton, meningkat dari 2021 sebesar 614 juta ton.

Begitu juga dengan harga batu bara di pasar internasional saat ini sudah mencapai di atas US$ 200 per ton. Berdasarkan perdagangan di pasar ICE Newcastle (Australia) pada Rabu (19/01/2022), harga batu bara ditutup pada level US$ 214,25 per ton.

"Target PNBP 2022 Rp 42,36 triliun berdasarkan asumsi produksi batu bara 550 juta ton dengan HBA US$ 67,3 per ton. Kita memperkirakan HBA akan lebih dari US$ 67,3 dan realisasi produksi akan lebih tinggi, di atas 550 juta ton dari RKAB yang dikeluarkan selama ini," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Peran Strategis Harta Karun Tambang Naikkan Daya Saing RI


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading