Jreng..Adaro, PTBA dan Indika Kantongi Izin Ekspor Batu Bara

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
13 January 2022 17:50
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kelonggaran ekspor batu bara untuk 37 kapal pengangkut batu bara. Dari data yang diterima CNBC Indonesia terdapat 21 perusahaan yang mendapatkan ekspor.

Dalam daftar perusahaan dari UPT Ditjen Perhubungan Laut yang diperoleh CNBC Indonesia itu, 21 perusahaan yang sudah mengapalkan batu baranya dan sudah diberikan persetujuan untuk bisa melakukan ekspor sejak tanggal 12 Januari 2022, memiliki total volume batu bara mencapai 5,72 juta ton.

Sejumlah negara yang jadi tujuan ekspor dari 37 kapal tersebut adalah Thailand, China, Bangladesh, Korea Selatan, Singapura, Jepang, Filipina, India, Vietnam, dan Hongkong.


Adapun beberapa perusahaan besar termasuk dalam daftar perusahaan yang sudah diberikan lagi izin ekspor seperti Adaro Indonesia, PT Bukit Asam (PTBA), Kideco Jaya Agung yang merupakan anak usaha dari PT Indika Energy Tbk serta Bayan Resources.

Head of Corporate Communication Adaro, Febriati Nadira menyampaikan bahwa sampai saat ini kapal belum bisa sailing. "Kita tunggu ya, pastinya sih kita tunggu informasi resmi," kata Nadira kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/1/2022).

Mengcau data yang diterima, ada tujuh kapal Adaro yang kapasitas angkut batu bara sudah penuh sejak tanggal 1 Januari hingga 5 Januari 2022 dengan rata-rata volume batu bara yang diangkut antara 50 ribu hingga 70 ribu ton serta satu kapal dengan muatan batu bara mencapai 500 ribu ton.

Kemudian ada PTBA dengan tiga kapal dengan rata-rata volume batu bara yang diangkut antara 30 ribu sampai 60 ribu ton. Ada juga Kideco Jaya Agung yang siap melakukan ekspor dengan volume 51 ribu ton dan Bayan Resources 46 ribu ton yang kapalnya sudah penuh sejak 31 Desember 2021.

"Atas laporan dari PLN serta masukan dari berbagai K/L (Kementerian/Lembaga), dalam rakor ini diambil beberapa keputusan sebagai berikut, satu, mengingat stok dalam negeri yang sudah dalam kondisi aman berdasarkan laporan dari PLN, maka untuk 37 kapal yang sudah melakukan loading per tanggal 12 Januari dan sudah dibayarkan oleh pihak pembelinya akan di-release untuk melakukan ekspor," terang Menko Marinves Luhut, Rabu (12/1/2022).

Luhut bilang, kegiatan ekspor dilakukan hal ini perlu dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya kebakaran jika batu bara tersebut terlalu lama dibiarkan. "Namun perusahaan-perusahaan batubara yang mensuplai untuk kapal-kapal tersebut akan dikenakan denda berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139 Tahun 2021 jika belum memenuhi kewajiban DMO dan/atau kontrak kepada PLN di tahun 2021," jelas pernyataan Kemenko Marves, Rabu (12/01/2022).

Mengacu data yang diterima berikut 21 perusahaan yang sudah diizinkan ekspor batu bara antara lain

1. PT Kideco Jaya Agung

2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

3. PT Ganda Alam Makmur (GAM)

4. PT Bayan Resources

5. Bara Tabang

6. Gunung Bara Utama

7. Tambang Damai

8. Multi Harapan Utama

9. Tanjung Bersinar Cemerlang

10. Bina Insan Sukses Mandiri

11. Sumber Berlian Mahakam

12. Dipo Resources Indonesia

13. Mahakam Sumber Daya

14. Adimitra Baratama Nusantara

15. Sumber Global Energy

16. Borneo Indobara

17. Suprabari Mappindo Mineral

18. Adaro Indonesia

19. Marunda Graha Mineral

20. Nantoy Bara Lestari

21. Tri Sapta Sejahtera.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biar Taat! Ketamakan Pengusaha Batu Bara Harus Diawasi Ketat


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading