Fakta-Fakta Holding BUMN Pangan ID FOOD Racikan Erick

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 January 2022 10:15
Holding BUMN Pangan Resmi Meluncur

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah meluncurkan holding BUMN pangan dengan nama ID Food. ditandai dengan peluncuran logo yang dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Direktur Utama Holding Pangan Arief Prasetyo Adi, di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (12/1/2022)

Holding ini diharapkan bisa menjadi solusi memberikan stabilisasi produksi maupun harga, juga menjamin kesejahteraan petani.

Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) membawahi 5 perusahaan BUMN pangan lainnya seperti, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam. Sehingga diharapkan membentuk ekosistem pasar dari hulu dan hilir.


Tantangan Komoditas Pangan RI

Erick Thohir berharap ekosistem rantai pasok antara grup pangan BUMN bisa diperbaiki. Terutama harga pangan saat ini banyak yang melonjak.

"Ada tiga tekanan yang kita rasakan signifikan, pertama stabilitas dari supply chain menjadi ketidakpastian, lalu harga kelapa sawit naik kita diuntungkan tapi ibu-ibu jadi gundah, juga pupuk bahan baku naik tiga kali lipat itu tekanan yang dihadapi tahun 2022," jelasnya dalam peresmian.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga menyoroti beberapa isu pangan mulai dari mahalnya minyak goreng hingga harga telur yang sudah turun.

"Telor ada kenaikan pas lebaran dan penghujung tahun. Tahun ini tidak terjadi pertumbuhan harga malah terjadi deflasi berkaitan dengan petani dan peternak telur," jelasnya.

"Minyak goreng ini karena harga CPO naik, kita punya andil harga itu ada macam macam mekanisme. Harga naik jadi tujuan produksi kelapa sawit dunia ekspor sudah mencapai US$ 27 miliar dollar tertinggi dalam sejarah. Tapi efeknya harga minyak goreng naik," jelasnya.

Jamin Produksi dan Harga Petani

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, membeberkan menjaga stabilitas produksi, harga pangan, hingga kesejahteraan petani di hulu. Dia menjelaskan dari hasil penggabungan BUMN pangan ini membentuk ekosistem yang lebih efisien dari hulu hingga hilir.

"Mulai dari pasca-panen, pergudangan, distribusi. Jadi kita diminta efisien dengan ekosistem ini. sehingga nanti ada ketahanan pangan, kualitas produk yang lebih baik, dan sustainability untuk inklusivitas petani. Serta jadi perusahaan kelas dunia," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (12/1/2022).

Arief juga menjamin harga beli dari petani, karena posisi Food ID itu sendiri berada di ujung rantai pasok sehingga menjadi off taker atau standby buyer dari petani.

"kita jadi standby buyer, jadi hasil dari petani tidak diambil dari orang tertentu, harga juga dijamin. Sehingga pasokan terjaga harga di pasar terjamin. Itu yang kita mau. Jadi seperti itu ekosistemnya," jelasnya.

Perbaiki Kondisi Keuangan

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Arief menjelaskan hanya dua - tiga BUMN yang pangan tergabung dalam holding yang punya kondisi keuangan yang positif.

"Kami tidak boleh cengeng dengan tidak adanya PMN, nggak bisa bekerja tapi kami kerjakan. PMN dari BNI dan BRI dan lainnya untuk penguatan working capital. Sampai hari ini RNI masih bankable. Dari 8 BUMN klaster pangan yang positif hanya dua-tiga sama RNI, sehingga ini PR yang harus kita selesaikan," kata Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) Arief Prasetyo dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (9/9/2021).

Sehingga salah satu target dari ID Food di 2022 ini adalah transformasi keuangan yang lebih positif dengan cara efisiensi dan meningkatkan nilai tambah. Melihat beberapa kondisi keuangan BUMN pangan yang belum positif.

"Kita usahakan EBITDA positif dari efisiensi dan value creation. Angkanya harus terukur revenue terukur, bottom line terukur biaya juga terukur. Juga kesejahteraan UMKM targetnya 2 juta petani nelayan, dan UMKM terlibat," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Holding BUMN Pangan Resmi Meluncur


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading