Internasional

3 Kelompok Terancam Nyawa karena Omicron, Siapa Saja?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 January 2022 11:05
Lonjakan kasus covid-19 di Turki (REUTERS/CAGLA GURDOGAN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus corona varian omicron mengancam nyawa tiga kelompok ini. Yakni mereka tidak divaksinasi, lanjut usia dan orang-orang yang memiliki penyakit bawaan.

Hal ini dikatakan pejabat WHO, Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dr. Mike Ryan dan Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove. Ketiga kelompok itu bisa menghadapi risiko tinggi, sakit parah dan mungkin meninggal.


"Omicron masih merupakan ancaman besar bagi kehidupan mereka dan ancaman besar bagi kesehatan mereka," kata Ryan, dikutip dari CNBC International, Rabu (12/1/2022).

"Orang-orang harus benar-benar melihat ini dengan serius, dan mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi," ujarnya lagi seraya menegaskan mereka yang divaksinasi umumnya mengalami penyakit ringan jika terinfeksi. 

Sementara itu, Van Kerkhove mengatakan orang tua dan orang-orang dengan kondisi atau penyakit bawaan juga menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi dari Omicron dibandingkan dengan kelompok lain. Risiko kematian, kata dia, bertambah seiring usia.

"Kami tahu bahwa kematian meningkat dengan Omicron seiring bertambahnya usia," tegas Van Kerkhove.

"Kami juga memiliki data dari beberapa negara yang menunjukkan bahwa orang dengan memiliki satu kondisi yang mendasari memiliki peningkatan risiko rawat inap dan kematian. Bahkan jika Anda terpapar Omicron dibandingkan dengan Delta," jelasnya.

Ia mengakui ada proporsi risiko yang lebih rendah dari gelombang Omicron dibanding Delta. Namun, dia mengingatkan bahwa tingkat keparahan yang lebih rendah tidak berarti Omicron hanya menyebabkan penyakit ringan.

"Ini bukan hanya penyakit ringan," kata Van Kerkhove.

"Ini sangat penting karena orang masih dirawat di rumah sakit karena Omicron."

Omicron kini menyalip Delta di seluruh dunia dan menjadi dominan. WHO melaporkan 15 juta infeksi baru dan 43.000 kematian di seluruh dunia untuk pekan yang berakhir 3 Januari lalu.

Mengutip Worldometers, kini dunia mencatat total 313.859.257 kasus infeksi dengan 5.520.600 kematian. Namun perlu diingat sebanyak 261.614.069 orang berhasil sembuh.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Kompeni, Ini 6 Fakta VoC Covid-19 Omicron


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading