Waduh! Harga Bahan Bangunan Paku Sampai Semen 'Beterbangan'

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
07 January 2022 21:10
Seorang pekerja pembuat maket properti gedung di Architeka Raya Studio Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/9). Biaya pembuatan maket arsitektural bangunan berkisar Rp8 juta-Puluhan juta tergantung dari ukuran skala bangunan asli dan tingkat kesulitannya. Bahan yang digunakan menggunakan bahan PVC ackrilic. Seiring pertumbuhan ekonomi di Jabodetabek dan bangunan gedung serta perumahan, permintaan maket di lokasi tersebut meningkat. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Efek domino pandemi Covid-19 memicu lonjakan harga komoditas, termasuk harga sejumlah barang material bangunan, seperti semen, besi beton, dan paku.

Situs Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga semen ukuran 50 kg bergerak naik di pekan keempat Desember 2021 dibandingkan sepekan sebelumnya. Naik berkisar 2%. Bahkan, Semen Tonasa 50 kg melonjak hingga 16,60%.

Selain itu, harga besi beton juga naik 1-2%, disertai kenaikan harga paku ukuran 2 cm sebesar 5,60%.


Mengutip tradingeconomics.com, harga aluminium di pasar internasional juga bergerak naik mulai medio Desember 2021. Atau, sekitar 2 bulan setelah sentuh level tertinggi pada 15 Oktober 2021. Harga timah juga masih stabil di kisaran level rekor US$39.000 per ton.

Ketua REI DKI Jakarta Arvin F Iskandar mengatakan, kenaikan harga barang material akan memicu lonjakan ongkos konstruksi developer, ujung-ujungnya ke harga rumah.

"Itu otomatis. Tapi, kalau mau menaikkan harga rumah, kita juga lihat-lihat dulu. Dan, mungkin tidak akan langsung mengikuti kenaikan harga barang material," kata Arvin kepada CNBC Indonesia, Jumat (7/1/2022).

Apalagi, kata Arvin, kenaikan harga barang material karena efek domino gangguan rantai pasok yang dipicu pandemi Covid-19. Serta, dampak terjadinya inflasi.

"Harga barang material pasti akan turun lagi,"kata dia.

Soal harga rumah, biasanya pengembang memiliki perhitungan sendiri. Dan tidak akan mengganggu pasar. Menurut Arvin, permintaan rumah di tahun 2022 masih akan tetap tumbuh.

"Kemungkinan developer akan memangkas diskon. Yang tadinya diskon selling price bisa mencapai 10-15%, jadi hanya 5-10%. Sehingga, terlihat ada kenaikan sedikit di harga rumahnya," kata Arvin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Survei BI: Harga Rumah Naik, Penjualan Turun!


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading