Buntut Ketegangan UMP, Gubernur Banten Cabut Laporan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 January 2022 14:50
Cover Topik, Fokus UMP DKI

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan Gubernur Anies Baswedan yang merevisi upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sempat membuat wilayah lain panas. Kalangan buruh di Banten sampai masuk ke ruangan kerja Gubernur Banten Wahidin Halim, dan berakibat pelaporan ke kepolisian.

Namun Wahidin Halim resmi mencabut laporan dan sepakat berdamai dengan para buruh setelah kedua pihak bertemu di rumah pribadi di Pinang, Kota Tangerang, Banten, Selasa (4/1/2022) malam.

Menanggapi hal itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menilai hal itu memang harus dilakukan, sebab selama permintaan upah Wahidin tidak menemui buruh.


"Karena dari awal saya sudah tegaskan langkah restorative justice merupakan langkah yang tepat untuk masalah buruh dan Gubernur Banten ini. Bukan dengan cara peradilan. Buruh hanya memperjuangkan hak-haknya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Ia meminta ke depan hubungan antara buruh dan Gubernur Banten lebih baik lagi. Hubungan yang baik akan menghindarkan dari masalah karena tersumbatnya komunikasi.

Ia juga berpesan pada buruh yang akan melakukan aksi demonstrasi hari ini di Banten agar tetap mengedepankan aksi damai dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Demo Buruh di Patung Kuda (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Demo Buruh di Patung Kuda (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Demo Buruh di Patung Kuda (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Seperti diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, akan mencabut laporannya atas para buruh yang menerobos masuk ruangannya saat demo menolak penetapan upah minimum pada Rabu (22/12/2021).

"Sebagai pemimpin Banten bersama serikat buruh bertemu di sini, dan saya kira silaturahmi ini menjadi suatu nilai norma bagi umat Muslim, masyarakat Indonesia. Saya terima dengan senang hati dan saya cabut (laporan di Polda Banten), karena saya prinsip tidak mau menyakiti siapapun, saya sendiri berpatokan pada akhlakul karimah," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Minta UMP Naik Rp 5,3 Juta, Buruh Was-Was di 2022!


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading