Internasional

Gak Cuma China, Negara Ini Bisa Gelap Gulita Gegara RI

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 January 2022 14:45
A woman is silhouetted as she carries a basket of coal scavenged from a mine near Dhanbad, an eastern Indian city in Jharkhand state, Friday, Sept. 24, 2021. A 2021 Indian government study found that Jharkhand state -- among the poorest in India and the state with the nation’s largest coal reserves -- is also the most vulnerable Indian state to climate change. Efforts to fight climate change are being held back in part because coal, the biggest single source of climate-changing gases, provides cheap electricity and supports millions of jobs. It's one of the dilemmas facing world leaders gathered in Glasgow, Scotland this week in an attempt to stave off the worst effects of climate change. (AP Photo/Altaf Qadri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melarang sementara ekspor batu bara pada bulan Januari 2022. Keputusan ini diambil oleh Kementerian ESDM akibat kritisnya kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) Grup dan juga pembangkit listrik swasta (IPP).

Kebijakan itu tertuang dalam surat dengan Nomor B 1605/MB.05/DJB.B/2021 yang diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2021. Bertujuan untuk menjaga pasokan domestik bagi pembangkit listrik.


Hal ini pun diprediksi akan membuat beberapa negara mengalami krisis energi. Salah satunya adalah China, yang menjadi pasar ekspor yang signifikan bagi batu bara asal Indonesia.

Nyatanya, selain China, ada juga India yang terancam akibat ini. Negeri Bollywood itu sendiri masih menggantungkan 70% sumber energi listriknya dari batu bara.

"Langkah ini berpotensi memiliki efek lanjutan di China dan India, yang merupakan tujuan utama batubara Indonesia," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING, dikutip Financial Times, Rabu (5/1/2021).

Sebelumnya, India sendiri pernah mengalami krisis energi. Pada Oktober 2021 lalu, beberapa pembangkit listrik di negara itu harus mengalami penghentian operasional sementara karena defisit persediaan batu bara.

Sementara itu, larangan ekspor batu bara diyakini membawa keuntungan untuk Australia. Negara itu adalah pengekspor batu bara terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), pada 2020 IEA mengekspor 199 juta ton. Ekspor batu bara RI ke India mencapai 30% sementara Australia 35%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Batu Bara, China-India Hadapi Krisis Energi Terburuk!


(tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading