Ngeri! Badai Siklon Tropis Ancam 4 Kota Besar Dunia

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
01 January 2022 18:00
A person looks at flood waters following a hit of the tropical cyclone Kompasu in Baguio, Philippines, October 12, 2021. BAGUIO TOURIST POLICE/Handout via REUTERS  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. MANDATORY CREDIT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar terbaru menyebutkan bahwa perubahan iklim akan memperluas jangkauan badai siklon tropis hingga ke wilayah yang berpenduduk tinggi.

Perubahan iklim yang disebabkan kenaikan suhu ini akan memungkinkan badai terbentuk di garis lintang tengah. Adapun area garis lintang tersebut yakni kota New York, Beijing, Boston, dan Tokyo. Ini berarti badai ini akan mengancam 4 kota besar tersebut.

Fisikawan dari Universitas Yale, Dr Joshua Studholme mengatakan, badai subtropis Alpha pernah merusak Portugal pada September 2020 dengan skala yang lebih kecil.


"Mungkin ini terlihat biasa, tetapi kami belum pernah mengamati ini sebelumnya. InI sebelumnya tidak pernah terjadi di Portugal," katanya seperti dikutip BBC, Sabtu (1/1/2022).

Studholme menambahkan, iklim yang memanas ini akan membuat lebih banyak menyebabkan badai siklon terjadi di garis lintang tengah. Sayangnya, ke 4 negara tadi memiliki sebagian besar penduduk dunia dan banyak kegiatan ekonomi berlangsung di dalamnya. Sehingga,jelas ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Selain itu, dengan semakin panasnya dunia, perbedaan suhu antara daerah khatulistiwa dan kutub akan semakin berkurang, dan ini akan berdampak pada aliran jet stream.

Penelitian baru yang diterbitkan jurnal Nature Geoscience juga menunjukkan bahwa siklon tropis di masa depan kemungkinan akan terjadi dalam rentang yang lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

"Kemungkinan perluasan badai ini menimbulkan bahaya yang signifikan bagi dunia, terutama ketika dampak pemanasan lainnya ikut bermain," tambahnya.

Di Indonesia sendiri, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) pada 22 Desember lalu, terus melakukan pemantauan potensi terjadinya bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada kondisi cuaca hujan lebat dan gelombang laut yang signifikan di wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan.

Sebelumnya Jakarta TCWC juga mengidentifikasi suspek area potensi bibit siklon tropis di sekitar perbatasan wilayah laut Timor dan Arafura atau sekitar perairan selatan Kepulauan Tanimbar (Saumlaki) pada saat Natal,dan telah mengimbau agar para Nelayan tidak melaut terlebih dahulu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ancaman Dunia Selain Covid Disinggung PBB Lagi, Makin Parah?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading