BMKG Pastikan Siklon Tropis Paddy Punah, Ini Efek ke Cuaca RI

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
24 November 2021 16:45
BMKG (Dok. BMKG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Klimatologi (BMKG) memberikan informasi terkini perihal Siklon Tropis Paddy. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto memastikan bibit siklon itu telah punah hari ini.

Dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (24/11/2021), Guswanto menjelaskan, bibit Siklon Tropis Paddy yang sebelumnya dinamai dengan Sistem 90S diidentifikasi mulai muncul sejak tanggal 17 Nopember 2021 yang kemudian mengalami peningkatan menjadi sistem Siklon Tropis Paddy mulai tanggal 22 November 2021.

"Sistem Siklon Tropis Paddy secara umum menunjukkan pergerakan sistem yang semakin menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara hingga selatan kemudian ke arah barat hingga barat daya di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa," ujarnya.


Menurut analisis hari ini, sistem Siklon Tropis Paddy berada di posisi 13.8 LS dan 106.9 BT dan diidentifikasi telah melemah intensitasnya dan dinyatakan punah serta menjadi sistem Ex-Tropical Cyclone yang dikategorikan sebagai "Tropical Low", di mana kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya kurang dari 35 knot (65 km/jam).

Menurut Guswanto, suatu kriteria sistem dikategorikan sebagai siklon tropis adalah apabila kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai minimal 35 knot (65 km/jam).

"Hingga dua hari ke depan, sistem Ex-TC Paddy diidentifikasi masih persisten di Samudera Hindia Selatan Jawa dengan pergerakan sistem ke arah barat hingga barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia disertai dengan intensitas sistem yang semakin melemah," katanya.

Dengan punahnya kategori Siklon Tropis Paddy mulai hari ini, lanjut Guswanto, maka keberadaan sistem Ex-TC Paddy tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca secara umum di wilayah Indonesia.

"Di mana fenomena angin kencang sebagai dampak tidak langsung dari keberadaan TC Paddy sebelumnya di wilayah Banten dan Jakarta yang terjadi pada tanggal 23 Nopember 2021 sudah mulai berkurang dan tidak signifikan dalam 24 jam ke depan," ujar Guswanto.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem dengan sejumlah cara, salah satunya melakukan antisipasi dengan memotong dahan dan ranting pohon yang sudah rapuh/lapuk dan menguatkan atap rumah ataupun tegakan/tiang-tiang/ baliho untuk menghindari adanya korban dan kerusakan lainnya.

"Terus memonitor informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dari BMKG yang lebih rinci dan detail hingga level kecamatan di seluruh wilayah Indonesia yang dapat diakses melalui website BMKG hingga menghubungi kantor BMKG terdekat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lampung Diguncang Gempa M 5.5


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading