Internasional

Ada Ancaman Lebih Ngeri dari Covid, Asia Bisa Terendam

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
11 April 2022 07:53
Aerial view shows vehicles submerged in flood waters at Shah Alam's Taman Sri Muda neighbourhood, one of the worst hit Pemandangan udara menunjukkan kendaraan terendam banjir di lingkungan Taman Sri Muda Shah Alam, salah satu daerah yang paling parah dilanda di negara bagian Selangor, Malaysia. (REUTERS/STRINGER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kota-kota di Asia disebut-sebut saat ini terancam tenggelam akibat perubahan iklim. Bahkan, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa kota dunia, termasuk Jakarta, berpotensi tinggi tenggelam.

Studi dilaporkan Environmental Research Letters. Penelitian dilakukan Princeton University dan Potsdam Institute for Climate Impact Research di Jerman.


Laporan menyebutkan akan ada sekitar 200 juta penduduk perkotaan mendapati tempat tinggal mereka terendam air laut hingga setinggi lutut. Wilayah mereka juga akan lebih rentan dilanda badai.

Situasi terburuk diperkirakan berpotensi terjadi kawasan Asia, yang menjadi lokasi dari sembilan kota besar dengan risiko tinggi. Area-area dengan pembangunan pesat di China, India dan Indonesia, khususnya di Jakarta, diprediksi akan menghadapi "kehancuran".

Selain itu ada pula wilayah di daratan Bangladesh dan Vietnam. Banyak kota diprediksi akan berada di bawah garis pasang tinggi untuk jangka panjang, saat suhu global naik 2 derajat Celsius.

"Sekitar lima persen dari total populasi dunia saat ini tinggal di daratan yang ada di bawah level air pasang yang diperkirakan akan naik berdasarkan karbon dioksida yang ditambahkan oleh aktivitas manusia ke dalam atmosfer," kata CEO dan kepala peneliti Climate Central, Ben Strauss, yang memimpin penyusunan laporan tersebut, dikutip Senin, (11/4/2022).

Kenaikan permukaan laut diperkirakan mencapai setengah meter hingga kurang dari dua kali lipat dari itu. Ini bergantung pada seberapa cepat polusi karbon berkurang.

Laporan itu juga mengatakan lautan akan terus meluas selama ratusan tahun, setelah 2100. Fenomena ini dipicu oleh lapisan es yang mencair, panas yang terjebak di lautan dan dinamika air yang menghangat.

"Kenaikan juga tidak akan terpengaruh meski dunia menurunkan emisi gas kaca dengan agresif," tulis laporan tersebut.

Sebelumnya ancaman tenggelamnya dunia sudah sempat disuarakan beberapa ilmuwan. Hal ini terjadi lantaran meningkatnya pencairan es di kutub yang membuat volume air laut meninggi. Selain Asia, beberapa bagian dunia yang disebut-sebut sangat terancam adalah wilayah Kepulauan Pasifik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Badai Siklon Tropis Ancam 4 Kota Besar Dunia


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading