Polling CNBC Indonesia

Inflasi Diramal Terendah Sejak 1958, Daya Beli Rakyat Ambruk?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
31 December 2021 15:10
Suasana pasar jelang nataru (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia sepanjang 2021 diperkirakan masih rendah, di bawah 2%. Sepertinya permintaan yang terbatas membuat tekanan inflasi belum terasa di Tanah Air.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Desember 2021 pada 2 Januari 2022. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan terjadi inflasi 0,52% pada Desember 2021 dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Sementara dibandingkan Desember 2020 (year-on-year/yoy) laju inflasi diperkirakan 1,81%. Setiap Desember, inflasi tahunan akan sama dengan tahun kalender atau tahun berjalan (year-to-date/ytd). Jadi inflasi sepanjang 2021 diperkirakan 1,81%, sama seperti inflasi tahunan.


Sedangkan inflasi inti secara tahunan diperkirakan 1,51% pada Desember 2021. Lagi-lagi, ini sama dengan laju sepanjang 2021.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan IV memperkirakan inflasi Desember 2021 sebesar 0,49% mtm. Ini membuat inflasi sepanjang 2021 menjadi 1,79%.

"Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu IV yaitu komoditas komoditas cabai rawit sebesar 0,13% (mtm), minyak goreng sebesar 0,07% (mtm), daging ayam ras dan cabai merah masing-masing sebesar 0,04% (mtm), telur ayam ras dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,02% (mtm), bawang merah, sabun detergen bubuk dan semen masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi yaitu daging sapi sebesar -0,01% (mtm)," sebut keterangan tertulis BI.

Halaman Selanjutnya --> Daya Beli Lesu

Daya Beli Lesu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading