Foto: Infografis/Siap-siap Harga Rokok Makin Mahal 2022/Arie Pratama
Jakarta, CNBC Indonesioa - Mulai besok (1/1/2022) harga jual rokok resmi naik selaras dengan rata-rata kenaikan cukai rokok sebesar 12% yang ditetapkan pemerintah.
"Presiden meminta kita jalankan pada 1 Januari 2022," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers 13 Desember lalu.
Aturan terkait kenaikan harga jual rokok terdapat dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.
Kenaikan HJE dan cukai rokok akan berimbas kepada harga rokok di pasaran. Berikut perkiraan harga rokok di pasaran tahun 2022 menurut perhitungan Tim Riset CNBC Indonesia setelah kenaikan cukai rokok.
Foto: Berbagai sumber dan diolah Harga Rokok
Harga rokok per bungkus rata-rata kenaikan Rp 3.000 untuk jenis SKM. Sedangkan jenis rokok SKT naik 630 pada tahun depan.Â
Djarum Black jadi rokok SKM dengan harga paling mahal dalam tabel tersebut. Rokok yang digandrungi anak muda tersebut diperkirakan dijual dengan harga Rp 29.614 per bungkus isi 16 dan mengalami kenaikan Rp 3.614Â dibandingkan harga sekarang.
Di belakangnya ada Surya Filter yang diperkirakan dijual dengan harga Rp 29.045 per bungkus isi 16, naik Rp 3.545Â dibandingkan harga sekarang. Bagi pecinta SKT, Djarum Coklat Filter jadi rokok paling mahal. Rokok andalan Djarum tersebut diperkirakan dijual dengan harga Rp 19.562 per bungkus isi 12, naik Rp 662 dibandingkan harga sekarang.
Kemudian diikuti oleh DJi Sam Soe yang diperkirakan dijual dengan harga Rp 18.527 per bungkus isi 12, naik Rp 627Â dibandingkan harga sekarang. Rokok Marlboro diperkirakan dijual Rp 35.765 per bungkus isi 20, naik Rp 4.365Â dibandingkan harga sekarang.
Kenaikan ini didorong oleh pertimbangan empat hal, yaitu pengendalian konsumsi rokok, tenaga kerja, penerimaan negara, dan pengawasan barang ilegal.
Dari keempat alasan tersebut, pemerintah meyakini kebijakan kenaikan cukai tepat untuk dijalankan. Terutama dari sisi kesehatan, di mana kini dunia tengah menghadapi pandemi COVID-19. Rokok diklaim berperan besar memperburuk kondisi pasien COVID-19.