Genjot Produksi, Pertamina Tambah Bagi Hasil Migas Rokan?

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
23 December 2021 13:05
Pompa Angguk, Wilayah Kerja (Blok) Rokan, Riau, yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sebagai alat untuk mengangkat kapasitas minyak tersimpan. (Dok: Pratama Guitarra)

Riau, CNBC Indonesia - Subholding Upstream PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Hulu rokan (PHR) membuka peluang untuk menambah bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) dalam Production Sharing Contract (PSC) atau gross split di wilayah kerja migas (WK Migas) Rokan, Riau.

Penambahan bagi hasil migas di Blok Rokan ini kendati upaya PHR yang terus menggenjot produksi melalui penambahan-penambahan sumur bor.

Direktur Utama PHR, Jaffee A Suardin menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut keterbukaan pemerintah dalam fleksibilitas penambahan split.


Seperti yang diketahui, dalam aturan terbaru yakni Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Permen ESDM No. 8/2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split, disebutkan:

Pasal 25 Poin c berbunyi: Kontraktor yang Kontrak Kerja Samanya telah ditandatangani sebelum Peraturan Menteri ini ditetapkan, dapat mengusulkan perubahan bentuk Kontrak Kerja Samanya menjadi Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

Poin d: Dalam hal Kontraktor mengusulkan perubahan bentuk Kontrak Kerja Sama sebagaimana dimaksud dalam huruf c, biaya operasi yang telah dikeluarkan dan belum dikembalikan dapat diperhitungkan menjadi tambahan split bagian Kontraktor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1).

"Mengenai tambahan split kami sangat menyambut keterbukaan pemerintah dalam fleksibilitas penambahan split. Tentunya ini tidak menutup kemungkinan (menambah split) dan sambil melihat perkembangan ke depan akan seperti apa," ungkap Jaffee di lingkungan wilayah kerja migas Rokan, Riau.

Namun untuk tahun depan, dalam perhitungannya dan melihat kondisi harga minyak yang masih sangat baik, pihaknya belum berencana menambah split meskipun di tahun depan, PHR akan menambah jumlah sumur bor mencapai 400 - 500 sumur.

Tak hanya penambahan sumur di tahun 2022 saja, pada tahun 2023 juga pihaknya akan menambah 500 sumur baru bor lagi dengan menambah jumlah rig menjadi 23 rig dari tahun depan yang mencapai 20 rig.

"Tentunya akan banyak investasi yang dilakukan. Untuk nilai investasinya masih kita evaluasi terkait angkanya mohon maaf belum bisa disampaikan," terang Jaffee.

Seperti yang diketahui, dalam waktu empat bulan pasca alih kelola, PHR sudah menambah sebanyak 17 rig dalam pengeboran sumur tajak dari yang sebelumnya hanya 9 rig. Dengan penggunaan 17 rig, kata Jaffe, PHR sampai akhir tahun ini berhasil melakukan pengeboran sumur hingga 121 sumur.

"Tahun depan kami akan menargetkan 400 - 500 sumur. Dengan begitu produksi bisa kita tingkatkan dari yang saat ini hanya 162 ribu bph (2021) menjadi 180 ribu bph (2022)," terang Jaffee.

Pada tahun 2024, kata Jaffee, pihaknya menargetkan bisa mencapai produksi 270 ribu bph dan di tahun 2025 diharapkan bisa mencapai 300 ribu bph.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Kisah Dibalik Kenapa Produksi Minyak Rokan Naik


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading