Fakta-Fakta LRT Jabodebek Tabrakan Gegara Teknisi 'Main' HP

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
20 December 2021 17:35
Gambar Cover, LRT Tabrakan Saat Uji Coba

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) membeberkan penyebab tabrakan kereta LRT Jabodebek ruas Cawang - Cibubur. Kecelakaan terjadi pada kereta dalam kecepatan 50 km per jam. Insiden yang terjadi saat proses uji coba tersebut kejadian pada 25 Oktober 2021, untungnya tak ada korban jiwa.

Kepala Sub Komite Investigasi Perkeretaapian KNKT Suprapto, menjelaskan kecelakaan terjadi saat petugas mau melakukan proses langsiran, untuk mengosongkan jalur 2 untuk kepentingan pengujian.

Sementara kejadian tabrakan terjadi di jalur 1, dimana rangkaian kereta train set (TS) 29 menumbuk TS 20 di trek 1 pada km 12+720 antara stasiun Ciracas - Stasiun Harjamukti, Jawa Barat.


"Saat itu sistem persinyalan otomatis belum berjalan, langsiran kereta itu dilakukan secara manual oleh seorang teknisi PT Inka," jelasnya dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

Temuan fakta KNKT pada saat kejadian adalah batas kecepatan TS 29 saat menabrak, di atas 50 km per jam, dan masinis tidak menekan emergency brake karena penutup pengaman tombol yang keras..

"Ini dipastikan bahwa pada saat menabrak kecepatan TS di atas 50 km per jam. Karena speedo meter ini terhenti saat terputusnya arus listrik," tambahnya.

"Kami temukan tombol emergency brake itu menghalangi dia hanya bisa 2 jari itu sangat keras waktu itu. Kami pastikan emergency brake besar kemungkinan tidak dipakai," jelasnya.

Dari beberapa temuan, Sdiag (On Board Diagnostik) atau alat perekam data kereta adanya data yang tidak sesuai dengan kejadian tabrakan, karena belum terkonfigurasi sehingga banyak data yang tidak terekam alat ini.

Selain itu temuan fakta KNKT mulai dari sun visor atau penghalang cahaya matahari yang tertutup sebagian sehingga membatasi pandangan teknisi. Juga teknisi mengalami distraksi akibat penggunaan ponsel.

KNKT menyimpulkan Berdasarkan temuan dan hasil analisis, kecelakaan disebabkan oleh teknisi TS 29 tidak fokus dalam menjalankan kereta dan terjadi distraksi.

"Yang disebabkan penggunaan telepon seluler," jelas Suprapto.

Selain itu sesaat sebelum kereta berjalan, Teknisi juga menurunkan sun visor yang mengakibatkan terhalangnya pandangan ke depan.

"Kondisi kereta berjalan dengan kondisi sun visor tertutup sebagian sehingga tidak melihat TS 20 yang berhenti dan selanjutnya terjadi tabrakan dengan kecepatan lebih dari 50 km per jam," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sabar! Agustus Tahun Depan LRT Jabodebek Sudah Wara-Wiri


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading