Internasional

Xi Jinping Ngamuk, China Kecam AS 'Hadap' Jokowi & Pidato UI

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 December 2021 07:30
Lambang China dan Bendera Amerika Serikat (AS)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengecam keras kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken ke Indonesia. Pemerintah Xi Jinping bahkan menyebut tindakan AS "sabotase".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan bahwa Washington harus sungguh-sungguh menghormati arsitektur kerja sama regional. AS juga diminta tidak menghasut konfrontasi blok.




"Pendekatan kontradiktif seperti itu tidak sesuai dengan semangat pertemuan antara kepala negara China dan AS dan hampir tidak akan diakui oleh negara-negara di kawasan itu," kata Wang, sebagaimana dikutip media China, Global Times, Rabu (15/12/2021).

"AS harus menjadi promotor dialog dan kerja sama di kawasan, bukannya penyabot yang mendorong perpecahan antara negara-negara kawasan dan merusak solidaritas dan kerja sama regional."



Sebelumnya, Blinken memang berkunjung ke Indonesia, Senin (13/12/2021) hingga Selasa, sebelum kemarin tiba di Malaysia. Bukan hanya bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri, ia juga memberikan sebuah pesan kepada China dalam pidatonya di UI.

Ia meminta agar China menghentikan "tindakan agresif" di Asia-Pasifik. Dalam pidato itu, Blinken mengatakan AS akan bekerja dengan sekutu dan mitra untuk "mempertahankan tatanan berbasis aturan" dan bahwa negara-negara harus memiliki hak untuk "memilih jalan mereka sendiri".

"Itulah mengapa ada begitu banyak kekhawatiran, dari Asia Timur Laut hingga Asia Tenggara dan dari Sungai Mekong hingga Kepulauan Pasifik, tentang tindakan agresif China," katanya.

"Mengklaim laut lepas sebagai miliknya. Mendistorsi pasar terbuka melalui subsidi kepada perusahaan milik negara. Menolak ekspor atau mencabut kesepakatan untuk negara-negara yang kebijakannya tidak disetujui. Negara-negara di kawasan ini ingin perilaku ini berubah, kita juga."

China sendiri mengklaim Laut China Selatan (LCS) dengan konsep sembilan garis putus-putus (nine-dash line). Klaim teritorial sepihak tersebut tumpang tindih dengan klaim beberapa negara ASEAN dan Taiwan, termasuk laut Natura Utara, milik RI.

Sementara itu, pengamat geopolitik Asia-Tenggara dan China, Zhuang Guotu, juga menyebut bahwa kunjungan Blinken ke Indonesia membawa sebuah misi. Yakni untuk menarik RI dalam kekuatan blok yang dipimpin Negeri Paman Sam itu.

Meski begitu, Zhuang mengatakan hal ini tidaklah mudah. Mengingat posisi RI dan negara ASEAN lainnya yang netral dalam konflik China-AS.

"AS menganggap Indonesia adalah salah satu negara paling kuat yang bersengketa dengan China di Laut China Selatan, tetapi itu salah perhitungan karena Indonesia tidak ingin menjadi 'medan perang' untuk persaingan China-AS," ujarnya dikutip media yang sama.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Potret Tambang Batu Bara China di Tengah Isu Kerusakan Iklim


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading