Hii.. Muncul Fenomena Apartemen 'Hantu' di DKI, Ini Lokasinya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
13 December 2021 09:45
Ilustrasi Apartemen (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena 'hantu' kini sedang terjadi di beberapa lokasi di DKI Jakarta. Maksud dari apartemen 'hantu' ini yaitu terjadinya penurunan tingkat hunian apartemen sewa.

Managing Director PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Harun Hajadi mengatakan, pandemi menghantam pasar apartemen sewa, yang membuat orang enggan untuk menyewa lagi. Selain itu, pasar ini dihuni kebanyakan oleh para ekspatriat yang biasanya menyewa atau disewakan oleh perusahaan. Namun saat pandemi, mereka tidak lagi menyewa unit apartemen.

"Pasar apartemen ada dua, pasar sewa dan penjualan. Pasar sewa ini menurun tajam karena pandemi, sehingga penyewa-penyewa banyak dari warga negara asing, sudah nggak ada lagi di Jakarta, kebanyakan mereka pulang sehingga demand sewa menurun jauh," tutur Harun kepada CNBC Indonesia, Kamis (9/12/2021).


Sebelum apartemen sewa mengalami penurunan, ini sudah terjadi oleh segmen apartemen strata title (milik) bahkan beberapa tahun lalu. Penyebabnya adalah peminat untuk tinggal di bangunan apartemen sudah berkurang.

Lantas, di mana sajakah fenomena apartemen 'hantu' ini bertebaran?

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan untuk okupansi apartemen servis terbagi menjadi dua wilayah Central Business District (CBD) Jakarta dan luar daerah CBD.

"Kita okupansi memantau di bagian CBD dan non CBD. Kebanyakan kalau servis ya memang sewa itu di CBD. Sementara yang turun CBD non Jaksel. Jadi kawasan Jakarta Selatan seperti Kebayoran, Pondok Indah itu masih banyak. Sementara kalo di luar itu lebih sedikit. Seperti Jakarta Barat itu sedikit," katanya kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Tingkat okupansi ini terus menurutnya dan paling rendah dalam lima tahun terakhir. Sementara menurut Director Advisory Sales Colliers Indonesia Monica Koesnovagril, apartemen servis di CBD masih lebih tinggi ketimbang non CBD.

"Jika kita refer serviced apartment non-CBD, umumnya berlaku di Jaksel. Jadi okupansi paling tinggi di CBD, disusul Jakarta Selatan dan terakhir di luar area ini," kata Monica.

Meski begitu, penambahan jumlah apartemen service tahun ini masih terjadi. Sebab ini adalah proyek lama sebelum pandemi, yang berarti akan memperparah masalah saat pasar sedang drop tapi pasokan bertambah.

Riset Cushman & Wakefield sampai pada Q3 2021 mengungkapkan belum ada pembangunan apartemen purpose to build dan apartemen servis yang selesai dibangun. Pengembang kemungkinan menunda menyelesaikan konstruksi karena pandemi.

"Proyek seperti Somerset Kencana, Somerset Sudirman, Citadines Gatot Subroto, Citadines Sudirman, dan Ascott Menteng, diprediksi menunda jadwal beroperasi karena pandemi Covid - 19," tulis Director, Strategic, Consulting Cushman & Wakefield Arief Rahardjo.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fakta-Fakta di Balik Fenomena Apartemen 'Hantu' di Jakarta


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading