Transisi ke Energi Hijau, Pertamina Masih Jual Minyak?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
08 December 2021 18:35
Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak pada kendaraan di salah satu SPBU dikawasana Cikini, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mendapatkan mandat untuk melakukan transisi energi dari fosil ke energi hijau yang ramah lingkungan. Hal ini sebagai transformasi Pertamina menuju low carbon dan upaya mendukung target netral karbon RI pada 2060 mendatang.

Lalu, dengan transisi Pertamina ke energi yang lebih ramah lingkungan itu, apakah Pertamina akan tetap memproduksi dan menjual Bahan Bakar Minyak (BBM)?

Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, Subholding Pertamina NRE, Dannif Danusaputro menyampaikan, atas mandat transisi energi itu, Pertamina mau tak mau akan mengurangi emisi dan bisnis Pertamina akan terdisrupsi.


"Pertamina juga harus kurangi emisi dan bisnis Pertamina akan terdisrupsi, semua sektor industri dan transportasi akan kurangi fossil fuel, karena core business Pertamina adalah hasilkan fossil fuel, minyak dan turunannya," ungkapnya dalam webinar, Rabu (08/12/2021).

Tapi menurut Dannif, transisi energi ini tidak bisa dilakukan secara instan dan dalam waktu yang singkat. Sebab, menurutnya konsumsi minyak juga masih akan terus ada dan dalam beberapa waktu ke depan malah akan meningkat.

"Konsumsi fosil akan terus terjadi dan akan ada growth," ujarnya.

"Jadi memang ini perlukan effort dari semua pihak, tidak hanya pemerintah, namun juga dari pemain pihak swasta," lanjutnya.

Nah, untuk menuju emisi rendah karbon, Dannif menyarankan, yang pertama dilakukan adalah memanfaatkan gas untuk pembangkit listrik meskipun gas masih menghasilkan emisi, namun lebih rendah emisinya ketimbang energi fosil lainnya.

"Ini memang tidak bisa terjadi dalam jangka waktu singkat. Harus ada transisi harus ada low carbon," papar Dannif

Selain penggunaan gas, Pertamina juga akan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya saja dengan Perhutani untuk melakukan reforestasi mangrove demi menyerap CO2, dan lainnya.

"Pertamina salah satu perusahaan yang banyak menggunakan energi dan juga bisa dilakukan dengan komersialisasi industri lain, apakah PLTS atau wind dan lainnya," ucap Dannif.

Upaya lainnya dalam menekan karbon adalah dengan sistem karbon kredit, di mana ini menjadi masa depan bisnis. Pertamina juga akan terbuka kepada semua pihak yang ingin berpartner dari sisi inovasi dan teknologi.

"Kami bantu pemerintah capai net zero dan kerja sama dengan semua pihak," ungkap Dannif.

Berkenaan dengan itu, dari sisi karbon emisi, kata Dannif, Pertamina sudah menurunkan emisi hingga 27% pada tahun 2020. Hal itu sedikit lebih tinggi dari Nationally Determined Contribution (NDC) yang ditetapkan pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading