Awas Panas! AS Sentil Latihan Militer China dekat Taiwan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 December 2021 18:35
FILE - In this Feb. 19, 2021, file photo Secretary of Defense Lloyd Austin listens to a question as he speaks during a media briefing at the Pentagon in Washington. Secretary of State Antony Blinken and Austin are heading to Japan and South Korea for four days of talks starting Monday, March 15, as the administration seeks to shore up partnerships with the two key regional treaty allies.  (AP Photo/Alex Brandon, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin menyebut operasi militer China yang ekstensif di dekat Taiwan seperti sedang simulasi perang melawan negara tersebut.

Beberapa waktu terakhir, China memang sedang giat-giatnya latihan militer di kawasan sekitar Taiwan, di mana negeri yang dipimpin Xi Jinping ini mengklaim negara kota itu sebagai wilayah kedaulatannya.

"Sepertinya mereka mengeksplorasi kemampuan mereka yang sebenarnya," kata Austin, Sabtu Dalam pidatonya di forum pertahanan nasional di Perpustakaan Kepresidenan Reagan di Simi Valley, California dilansir dari AFP. "Ini terlihat seperti 'latihan'," lanjutnya.


Beberapa analis juga telah menduga langkah Beijing kemungkinan untuk menguji Biden selama tahun pertamanya menjabat.

"China adalah satu-satunya kekuatan yang sekarang mampu menggunakan kekuatan ekonomi, diplomatik, militer, dan teknologinya untuk menghadapi tantangan berkelanjutan terhadap sistem internasional yang stabil dan terbuka," kata Austin.

Di sisi lain, Dia mengatakan para pemimpin China semakin vokal tentang ketidakpuasan mereka dengan tatanan yang berlaku, dan tentang tujuan mereka menggusur Amerika dari peran kepemimpinan globalnya.

"Dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, lanjutnya, memiliki perbedaan nyata baik dalam hal kepentingan maupun nilai. Tetapi cara Anda mengelolanya penting." kata pensiunan jenderal militer bintang empat itu.

Meski hubungan AS-China tetap panas dari waktu ke waktu, namun Austin mengklaim enggan 'cari ribut' dengan China.

"Kami tidak mencari konfrontasi atau konflik... Kami tidak mencari Perang Dingin (Cold War) baru atau dunia yang terbagi menjadi blok-blok kaku."

Tidak ketinggalan, Ia menegaskan kembali dukungan kuat Washington untuk Taipei serta tetap teguh pada kebijakan Satu-China.

"komitmen kami dari Undang-Undang Hubungan Taiwan untuk mendukung kemampuan Taiwan untuk mempertahankan diri sambil juga

mempertahankan kapasitas kami untuk melawan segala upaya kekerasan yang akan membahayakan keamanan orang Taiwan."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading