Internasional

Awas Xi Jinping Ngamuk, AS Mau 'Gebuk' Barang Impor China

News - Thea Fathanah Arbrar, CNBC Indonesia
03 December 2021 10:56
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) sepertinya akan melempar "bom" baru yang membuat murka China. Kongres AS diketahui tengah mempertimbangkan UU khusus untuk melarang impor dari wilayah Xinjiang, China.

Dilaporkan Reuters, RUU ini akan digodok DPR AS. Aturan muncul akibat kekhawatiran AS terkait tudingan kerja paksa yang dilakukan China.




"Minggu depan adalah minggu penting bagi hak asasi manusia (HAM)," kata inisiator RUU, Jum McGovern, Kamis (2/12/2021).

AS menuding China melakukan kerja paksa pada Muslim Uighyur di Xinjiang. Sebelumnya sejumlah komoditas seperti kapas dan pejabat China juga telah dikenai sanksi akibat hal ini.

Sebelumnya, isu kekerasan HAM juga membuat izin perluasan toko pakaian Zara di Prancis diblokir. Hal ini dilakukan atas penyelidikan perusahaan induknya, Inditex, terkait kerja paksa warga minoritas Uighyur.

Sebelumnya Zara ingin melipatgandakan luas permukaan tokonya di pusat kota selatan Bordeaux. Tetapi pada tanggal 9 November komisi regional yang ditugaskan untuk memeriksa proyek tersebut menolaknya.

Anggota komisi yang memilih menentang ekspansi meminta adanya penyelidikan apakah perusahaan asal Spanyol itu mendapat keuntungan dari penggunaan kerja paksa minoritas Uighur oleh pemasok di China.

"Itu adalah keputusan politik kami," kata Alain Garnier, salah satu pejabat terpilih di komisi tersebut, dikutip dari AFP.

"Kami ingin mengirim sinyal kuat dengan memblokir ekspansi toko yang tidak memiliki kontrol yang cukup atas pemasok mereka," tambahnya.

Para kelompok HAM percaya setidaknya satu juta orang Uighyur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya telah dipenjara di banyak kamp di wilayah Xinjiang. Di sana pemerintah China juga dituduh mensterilkan perempuan dan memaksakan kerja paksa.

China sendiri menyangkal pelanggaran HAM ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Panas! AS-China Bentrok di Sini soal Laut China Selatan


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading