Harap Tenang! 'Kiamat' Kontainer Diramal Reda Tahun Depan...

News - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 November 2021 11:34
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)

Sebagai langkah solusi, Kemenhub akan mengoptimalkan tol laut untuk memberi ruang kapal dalam mendistribusikan logistik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan saat ini yang terjadi bukan hanya krisis kontainer tapi ruang kapal semakin terbatas. Jadi yang terjadi adalah krisis ruang kapal.

"Jadi mau tidak mau berimbas dalam negeri, namun demikian Kemenhub akan terus berusaha memberikan ruang terutama untuk pengusaha menengah ke bawah melalui Toll Laut yang bekerjasama dengan BRI membuat sistem penjualan langsung grosir. Sehingga mereka yang hanya mengirim 3 ton - 4 ton bisa disatukan," katanya dalam webinar, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menguraikan beberapa langkah untuk mengurangi gangguan rantai pasokan global dalam pertemuan dengan G-20.


"(Untuk) menyelesaikan ini akan membutuhkan kita semua - pemerintah dan industri swasta, serikat pekerja, dan lembaga penelitian," ujar Biden.

Kapan krisis ini akan mereda?

Menurut Mahendra mengutip riset dari Konsultan Eropa Copenhagen, memberikan analisa kapan krisis ini selesai. Krisis kontainer sebelumnya juga sempat terjadi pada saat tahun 1998, dimana membutuhkan waktu pemulihan sampai 10 bulan.

Begitu juga saat terjadi krisis 2008, begitu juga krisis yang terjadi pada 2012, 2014 dan krisis pada 2016 yang memakan waktu 10 bulan. Namun untuk krisis kesehatan yang terjadi dari 2020 -2021 ini masih sulit diprediksi secara pasti.

"Sedang dilihat seberapa lama situasi imbalance pergerakan barang di dunia ini, dari atau kekacauan sebelumnya paling lama itu 17 bulan. Sementara untuk situasi sekarang mungkin memakan waktu 24-26 bulan untuk perbaikan tarif. Khususnya untuk target market Eropa dan Amerika," katanya.

Sedangkan para ahli pelayaran memperkirakan bahwa krisis ini baru akan mulai stabil pada pertengahan 2022. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Krisis Kontainer, Acak-Acak Stok Mainan Anak di Dunia!

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading