Internasional

Duh! Resesi Seks China Nular ke India? Tingkat Kesuburan Loyo

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
26 November 2021 10:40
People shop at a crowded market ahead of Diwali, the Hindu festival of lights, during the ongoing coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in New Delhi, October 31, 2021. REUTERS/Anushree Fadnavis     TPX IMAGES OF THE DAY Foto: Orang-orang berbelanja di pasar yang ramai menjelang Diwali di New Delhi, 31 Oktober 2021. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan angka kelahiran tak hanya terjadi di China. Kali ini, fenomena yang sama juga dialami oleh India.

Mengutip Hindustan Times, data yang disajikan lembaga Survey Kesehatan Keluarga Nasional (NFHS) menyatakan tingkat kesuburan India turun di bawah 2,1. Selain itu, Total Fertility Rate (TFR) atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita dalam hidupnya, telah menurun dari 2,2 menjadi 2.


Lalu, apakah India terganggu 'resesi' seks?

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan ini terjadi. Namun faktor paling signifikan adalah program keluarga berencana yang masif dilakukan di Negeri Hindustan itu.

Tercatat, angka cakupan keluarga berencana di antara pasangan usia subur meningkat dari 54% menjadi 67%. Ini berhasil menurunkan TFR dari sebelumnya 6 di tahun 1950.

"Tingkat fertilitas total, yang mencapai 6 atau lebih pada tahun 1950-an, telah menurun menjadi 2 dan India telah mencapai tingkat fertilitas total di bawah tingkat penggantian. Dan, itu terjadi tanpa norma dua anak yang memaksa itu terjadi secara sukarela," kata Direktur Eksekutif dari Population Foundation of India, Poonam Muttreja, dikutip Jumat (25/11/2021).

Meski begitu, ia menambahkan bahwa populasi India tidak akan langsung merosot. Pasalnya India sempat mengalami momentum populasi sebagai akibat dari transisi demografis.

"India memiliki proporsi yang tinggi, sekitar 30,9%, dari kaum muda berada dalam kelompok usia reproduksi atau akan segera," ujarnya.

"Kalau pasangan ini menghasilkan satu atau dua anak per pasangan, akan tetap ada peningkatan absolut dalam jumlah penduduk," tambahnya.

India sendiri pada tahun 1952 meluncurkan program keluarga berencana untuk mengendalikan ledakan populasi yang sangat tinggi. Para pejabat mengatakan perubahan yang diperkenalkan selama bertahun-tahun ini telah menghasilkan hasil yang lebih baik.

"India telah lama bekerja pada pengendalian populasi. Faktanya, India adalah negara pertama yang meluncurkan program keluarga berencana tingkat nasional dan hasil yang menggembirakan yang kita lihat sekarang adalah karena upaya yang berkelanjutan dan terpadu yang dilakukan oleh Pusat, dan pemerintah negara bagian," jelas seorang pejabat pemerintah pusat.

Sebelumnya, merosotnya angka kelahiran juga terjadi di China. Di tahun 2020, Negeri Tirai Bambu itu bahkan mencatatkan angka kelahiran terendah dalam 43 tahun terakhir.

Keengganan muda-mudi China untuk menikah dan memiliki keluarga menjadi motor penurunan ini. Di China angka kelahiran sangat erat kaitannya dengan pernikahan, jarang sekali anak di luar pernikahan tercatat.


[Gambas:Video CNBC]

(tps/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading