Internasional

Geger! AS Ngamuk ke Rusia, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 November 2021 13:06
President Joe Biden speaks about the end of the war in Afghanistan from the State Dining Room of the White House, Tuesday, Aug. 31, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Joe Biden mengutuk keras uji coba anti-satelit Rusia, Senin (15/11/2021). Pasalnya, aktivitas itu telah mengacam keselamatan kru Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Washington menyebut bahwa tindakan itu tidak bertanggung jawab. Uji coba itu menyerang satelit Rusia dan menciptakan lebih dari 1.500 keping puing yang mengancam orbit bumi dan ISS. Akibatnya kru ISS sempat bergegas ke pesawat ruang angkasa mereka untuk keselamatan.


Para pejabat AS menekankan bahaya jangka panjang dan potensi kejatuhan ekonomi global dari uji coba Rusia. Bahaya yang ditimbulkan seperti gangguan layanan telepon dan broadband, prakiraan cuaca, kerusakan sistem GPS yang mendukung aspek sistem keuangan, termasuk mesin bank, serta hiburan dalam penerbangan, serta hambatan layanan radio satelit dan televisi.

"Rusia telah menunjukkan pengabaian yang disengaja terhadap keamanan, keselamatan, stabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang dari domain ruang angkasa untuk semua negara," kata komandan Komando Luar Angkasa AS Jenderal James Dickinson, dikutip dari CNN International Selasa (16/11/2021).

"Puing-puing yang diciptakan oleh DA-ASAT Rusia akan terus menjadi ancaman bagi aktivitas di luar angkasa selama bertahun-tahun yang akan datang."

Administrator NASA Bill Nelson mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia juga sangat marah dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak stabil ini. Ini membawa ancaman besar mengingat ISS juga diisi beberapa negara seperti China.

"Dengan sejarah panjang dan bertingkat dalam penerbangan antariksa manusia, tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan tidak hanya astronot mitra Amerika dan internasional di ISS, tetapi juga kosmonot mereka sendiri," ujarnya.

Saat ini ada tujuh astronot di stasiun luar angkasa, termasuk astronot NASA Mark Vande Hei, kosmonot Rusia Anton Shkaplerov dan Pyotr Dubrov, serta tim mis yang baru tiba yakni  astronot NASA Raja Chari, Thomas Marshburn, Kayla Barron, dan juga astronot Badan Antariksa Eropa Matias Maurer.


[Gambas:Video CNBC]

(tps/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading