Internasional

Xi Jinping & Joe Biden Jadi Ketemuan, Ini yang Dibahas!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 November 2021 12:39
U.S. President Joe Biden speaks virtually with Chinese leader Xi Jinping from the White House in Washington, U.S. November 15, 2021.  REUTERS/Jonathan Ernst

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Pemimpin China Xi Jinping resmi mengadakan pertemuan secara virtual, Senin malam (15/11/2021) waktu Washington atau sekitar Selasa (16/11/2021) pagi waktu Beijing.

Dalam pertemuan itu, sejumlah hal dibahas mulai dari ekonomi hingga geopolitik.


Berbicara dari Gedung Putih, Biden meminta perlunya kedua negara menerapkan "pagar pembatas" untuk menghindari konflik. Hal-hal yang berisiko tinggi perlu diselesaikan termasuk perdagangan dan terutama soal Taiwan.

"Tampaknya bagi saya tanggung jawab kita sebagai pemimpin China dan AS adalah untuk memastikan bahwa persaingan antara negara kita tidak mengarah ke konflik, baik disengaja atau tidak disengaja," tegas Biden, dikutip AFP.

Setali tiga uang dengan Biden, Xi sendiri yang menyebut Biden sebagai "teman lama" mengatakan kedua negara harus meningkatkan komunikasi dan menghadapi tantangan yang mereka hadapi.

"Sebagai dua ekonomi terbesar di dunia dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China dan Amerika Serikat perlu meningkatkan komunikasi dan kerja sama." Katanya.

Kedua pemimpin telah berbicara melalui telepon dua kali sejak pelantikan Biden pada Januari. Meski begitu, Xi masih menolak untuk bepergian ke luar negeri karena pandemi.

Sayangnya, pembukaan keduanya disusul dengan pembicaraan terutup. Belum diketahui rincian hasil pertemuan itu.

Sebelumnya China dilaporkan mengundang Biden datang untuk menghadiri Olimpiade musim Dingin di Beijing, Februari. Namun hal tersebut masih enggan dikomentari Gedung Putih.

"Kedua belah pihak berusaha menetapkan tujuan panggilan untuk menciptakan stabilitas dalam hubungan, baik melalui bahasa kolegial mereka dan kerangka percakapan secara keseluruhan dan pentingnya hubungan," kata pakar China di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, Scott Kennedy dikutip Reuters.

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan mencapai kesepakatan tentang apa pun, atau setidaknya, setuju untuk tidak setuju dan menghindari langkah-langkah eskalasi."

Sebelumnya sumber mengatakan Taiwan akan menjadi titik utama pembicaraan AS dan China. Meski pulau itu menegaskan kemerdekannya, China masih menganggap Taiwan bagian dari provinsinya yang membelot.

Dalam laporan media China, People Daily, Taiwan disebut sebagai "garis merah utama China". Namun Taiwan sebenarnya bukan satu-satunya hostspot permasalahan kedua negara, di tengah panasnya permasalahan Laut China Selatan (LCS).


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading