Fokus Ekonomi Kreatif, Sutiaji Raih Outstanding Local Leader

News - Arif Gunawan & Teti Purwanti, CNBC Indonesia
15 November 2021 16:22
Walikota Sutiadi  Raih ‘Outstanding Local Leader in Creative Economy Development’

Jakarta, CNBC Indonesia - Media ekonomi dan terintegrasi CNBC Indonesia menggelar CNBC Indonesia Awards 2021 ''The Best Regional Leaders',' sebagai wujud apresiasi dan kinerja yang telah diraih para pelaku ekonomi hingga pemimpin daerah sepanjang tahun 2021.

Terobosan yang dilakukan dalam membangkitkan perekonomian dan pemulihan usai gelombang pandemi Covid-19 membuat Wali Kota Malang, Sutiaji, dinobatkan sebagai Outstanding Local Leader in Creative Economy Development. Penghargaan diterima secara virtual oleh Sutiaji, atas inovasi dan terobosanya memimpin Kota Malang.

"Terima kasih atas penghargaan dan kepercayaan kepada kami. Ini semua bukanlah keberhasilan saya, tapi semua warga Malang yang kami cintai. Dari Malang untuk dunia, bukan hanya isapan jempol namun akan direalisasikan," kata Sutiaji dalam sambutannya, Senin (15/11/2021).


Pandemi Covid-19 memang menekan perekonomian nasional dan global. Namun, krisis kesehatan yang memicu pembatasan sosial tersebut diakui menciptakan peluang pertumbuhan bagi mereka yang jeli mengembangkan ekonomi kreatif.

Adanya pembatasan mobilitas masyarakat membuat dunia virtual dan digital menjadi realitas baru yang berkelindan dalam kehidupan keseharian. Ambil contoh aktivitas belanja online, yang menciptakan gaya hidup dan budaya bar yang semakin masif diadopsi oleh masyarakat.

Nonton tayangan berbasis streaming atau sekadar main gim daring (game online) kini menjadi sarana hiburan yang banyak dipilih, di tengah masih terbatasnya aktivitas di ruang publik seperti mall dan tempat wisata.

Demikian juga dengan aktivitas perkantoran yang kini semakin banyak memanfaatkan ruang rapat virtual sementara di bidang finansial, transaksi uang elektronik bertumbuh semakin pesat menggantikan aktivitas tatap-muka untuk menikmati layanan keuangan.

Semua perubahan tersebut menciptakan kebutuhan baru akan sarana dan prasarana pendukung gaya hidup berbasis digital. Kreativitas untuk mengembangkan layanan digital pun menjadi keniscayaan, sehingga ekonomi kreatif dinilai sebagai sektor yang resilien di tengah pandemi.

Mengacu pada laporan UNESCO (United Nations Educational Scientific And Cultural) berjudul "Cultural and Creative Industries in The Face of COVID-19: An Economic Impact Outlook", pandemi menekan hanya beberapa aktivitas kebudayaan. Beberapa subsektor lain justru tumbuh.

Aktivitas budaya yang mensyaratkan berkumpulnya massa seperti konser musik, pameran, dan museum menjadi subsektor yang paling terpukul selama pandemi. Namun sebaliknya, subsektor lain justru mendapatkan berkah yakni desain, layanan kreatif, dan audiovisual.

Kota MalangFoto: Tim Riset CNBC Indonesia
Kota Malang

Adaptasi digital meningkat pesat di industri audio-visual di mana layanan streaming meningkat. Platform media streaming Vidio, misalnya, melaporkan lonjakan 225% selama kuartal pertama pandemi, dengan durasi streaming video naik 60% di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

"Di wilayah kreatif dan kultural lainnya, pandemi telah memicu kebangkitan produksi digital inovatif, pola distribusi dan konsumsi. Dalam jangka menengah dan panjang, tren ini akan menginspirasi model bisnis baru," tulis UNESCO dalam laporan yang dirilis pada Juni 2021.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di bawah kepemimpinan Drs. Sutiaji mengerti betul dinamika tersebut dan peluang yang muncul, dengan memaksimalkan pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital sebagai sektor unggulan pemerintah administratif kota tersebut.

Pemkot Malang memang termasuk yang terdepan dalam pengembangan ekosistem digital di ranah publik. Hal ini tak terlepas dari menjamurnya perusahaan rintisan (startup) di kota tersebut yang bergerak di sektor industri kreatif.

 

Dukungan Kebijakan dan Anggaran

Dukungan Pemkot Malang terhadap pengembangan ekonomi kreatif secara resmi telah muncul sejak sebelum pandemi, melalui Peraturan Wali Kota Malang Nomor 12/2018 tentang Peta Jalan (Road Map) Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Malang.

Untuk itu, Pemkot Malang menyediakan lima coworking space dengan fokus pengembangan berbeda-beda sesuai dengan keunggulan lokal. Coworking space tersebut diharapkan mendorong UMKM untuk go digital dan go global, serta melahirkan sumber-sumber baru ekonomi kreatif.

Menurut Wali Kota Malang Drs Sutiaji, saat ini sudah ada empat co-working space yang dapat dimanfaatkan, yakni di lantai 3 Stadion Gajayana, GOR Ken Arok, kawasan Bakalan Krajan dan Bunul Rejo.

Dari coworking space tersebut diharapkan banyak ide dan startup baru yang lahir dan menjadi hub untuk penyaluran ide-ide kreatif dari kawula muda arek-arek Malang yang bakal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Malang terutama.

Di awal tahun ini, Kota Malang mencatat ada setidaknya 150 startup di sana, dan per September sudah melesat hingga mencapai 170 perusahaan, sebagaimana disampaikan langsung oleh Ketua Start Up Singo Edan Malang (Stasion) M Ziaelfikar Albaba.

Pertumbuhan startup yang pesat tercermin dari banyaknya lowongan pekerjaan sebagai developer platform digital di kota tersebut. Salah satu yang mencolok adalah startup di bidang gim online. Setidaknya ada 7 gim online populer yang dibuat oleh arek Malang.

Pertumbuhan pesat startup gim online di Kota Malang tak terlepas dari struktur demografi penduduknya. Saat ini, 50,65% penduduk Kota Malang merupakan generasi milenial dan generasi Z yang melek digital dan memiliki potensi mengembangkan bisnis berbasis kreativitas.

Ketika pandemi mendera, Pemkot pun tak ragu mengucurkan dana darurat Rp 8,7 miliar untuk UMKM, pengembangan produksi dan pengolahan, pemasaran, dan desain teknologi. Dari angka itu, sebanyak Rp 3,9 miliar khusus dialokasikan untuk pengembangan ekonomi kreatif dan wisata.

Melihat konsistensi dan komitmen Pemkot Malang memajukan ekonomi kreatif tersebut di tengah pandemi, Wali Kota Malang Sutiaji terpilih menjadi pemenang penghargaan "Outstanding Local Leader in Creative-Economy Development" di ajang CNBC Awards 2021, mengalahkan nominee lain dengan skor 85 (dari 100).

Untuk mencapai penilaian tersebut, Tim Riset CNBC Indonesia melakukan kajian dan analisis atas kemajuan, konsistensi, dan kebijakan nyata para kepala daerah tingkat dua (Bupati dan Walikota) dalam membangun industri kreatif di wilayah administratif masing-masing.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mencari Perusahaan Properti Terbaik di Tanah Air


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading