Internasional

Ini Update Covid 'Delta Plus' di Singapura-Malaysia, Waspada!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 November 2021 11:10
Ilustrasi bendera Malaysia dan Singapura

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus infeksi harian di Singapura dan Malaysia masih cukup tinggi. Ini terjadi pasca ditemukannya mutasi terbaru Covid-19 varian Delta, Delta Plus AY.4.2.

Kedua negara tetangga RI ini juga sudah mengkonfirmasi adanya varian yang kini menjadi variant under investigation (VUI) itu.

Singapura sendiri telah melaporkan AY.4.2 sejak 26 Oktober lalu. Kasus di dapat dari warga asing yang masuk ke negeri itu. Sementara Malaysia melaporkanya pada awal November. Kasus didapat dari siswa yang kembali dari Inggris setelah tes PCR dua kali setelah karantina.


Berikut situasi kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, termasuk Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MOH Singapura).

Singapura

Singapura melaporkan 2.304 kasus baru Covid-19 pada Sabtu (13/11/2021) siang. Tercatat ada 14 orang lagi meninggal akibat komplikasi akibat virus corona, sehingga total kematian menjadi 576 kasus.

Namun jumlah kasus baru yang dilaporkan pada hari Sabtu adalah penurunan dari 3.099 infeksi yang dilaporkan pada Jumat, sebagaimana dilaporkan MOH Singapura dan Channel News Asia (CNA).

Data Covid Singapura, MOHFoto: Data Covid Singapura, MOH
Data Covid Singapura, MOH

Tingkat pertumbuhan infeksi mingguan adalah 0,98 pada Sabtu, lebih rendah dari 1,04 yang dilaporkan pada hari Jumat. Ini mengacu pada rasio kasus komunitas selama seminggu terakhir selama seminggu sebelumnya.

Dari kasus baru yang dilaporkan pada hari Sabtu, 2.299 infeksi ditularkan secara lokal, terdiri dari 2.179 kasus di masyarakat dan 120 infeksi di asrama pekerja migran. Kini Singapura telah melaporkan total 235.480 kasus infeksi Covid-19 sejak awal pandemi.

Malaysia

Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 5.809 kasus baru Covid-19. Sementara ada tambahan 55 kasus kematian, menjadikan totalnya 29.631 kasus.

Direktur Jenderal Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mencuit di akun Twitternya bahwa ini membawa infeksi kumulatif di negara itu menjadi 2.541.147.

"Pada 13 November 2021, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan adalah 5.809 kasus, menjadikan jumlah kumulatif sebanyak 2.541.147 kasus," katanya.

Malaysia juga mengantisipasi ledakan klaster kerja. Pasalnya dari enam klaster yang jadi pengawasan sebanyak setengahnya ada di tempat kerja, sebagaimana dikutip dari The Star.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid Malaysia Masih 'Meledak', Lebih Tinggi dari RI


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading