Mohon Doa, Covid-19 Bisa Makin 'Jinak' Tahun Depan! Amin...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 November 2021 09:46
Sejumlah pelajar menaiki bus sekolah usai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SMK Negeri 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/9). Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola (UP) Angkutan Sekolah membantu sarana transportasi gratis bagi peserta didik yang mengikuti PTM secara terbatas dengan mengoperasikan 70 bus sekolah yang melayani 20 rute reguler dan 13 rute zonasi. Sebelum digunakan bus sekolah yang layani antar dan jemput pelajar juga terlebih dahulu disemprot cairan disinfektan. Pelajar yang akan menggunakan layanan antar dan jemput bus sekolah juga wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak saat berada di dalam bus. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) adalah ancaman besar bagi umat manusia sejak tahun lalu. Hampir dua tahun pandemi meneror, kini ada harapan dia bisa reda tahun depan.

Di negara-negara dengan tingkat penularan tinggi, penyebaran virus corona sudah bisa lebih terkendali. Misalnya di India.

Dalam sepekan hingga 12 November 2021, rata-rata pasien positif corona di Negeri Bollywood bertambah 11.490 orang per hari, berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lebih rendah dibandingkan rerata seminggu sebelumnya yang bertambah 12.514 orang setiap harinya.


Demikian pula di Inggris. Kasus harian di Negeri Big Ben memang masih tinggi, tetapi terlihat melandai.

Rata-rata penambahan kasus positif dalam tujuh hari hingga 12 November 2021 adalah 34.312 orang per hari. Sekali lagi, masih tinggi, tetapi turun dibandingkan rerata tujuh hari sebelumnya yaitu 38.866 orang saban harinya.

Rusia pun senada. Seperti Inggris, kasus harian di Negeri Beruang Merah masih tinggi tetapi ada penurunan.

Rata-rata kasus positif corona dalam sepekan hingga 12 November 2021 adalah 39.714 orang per hari. Sedikit turun ketimbang rerata seminggu sebelumnya yang 30.293 orang per hari.

Kehadiran vaksin anti-virus corona sepertinya membuat dunia lebih siap, tidak seperti tahun lalu yang tergagap-gagap. Vaksin akan membantu mengurangi risiko tertular virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut. Jika tertular, risiko mengalami gejala berat bahkan kematian juga bisa ditekan.

Oleh karena itu, ada perkiraan pandemi bakal semakin sirna pada 2022. Hal ini dituangkan oleh Edward Carr, Wakil Pemimpin Redaksi The Economist, dalam tajuk berjudul Covid-19 is Likely to Fade Away in 2022.

"Pandemi tidak sepenuhnya mati, dia berangsur reda. Inilah yang mungkin terjadi terhadap Covid-19 pada 2022.

"Benar bahwa akan ada lonjakan musiman atau di daerah tertentu (lokal), terutama di negara dengan tingkat vaksinasi rendah. Epidemiolog juga masih terus waspada dengan kemunculan varian baru yang mungkin melunturkan kekebalan tubuh dari vaksinasi.

"Namun, dalam tahun-tahun ke depan, Covid-19 akan menjadi penyakit endemik seperti flu. Dengan begitu, kehidupan akan kembali normal, setidaknya normal dibandingkan masa pandemi," papar Carr.

Halaman Selanjutnya --> Vaksinasi adalah Koentji

Vaksinasi adalah Koentji
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading