Internasional

Kabar Baik AS-China, Xi Jinping & Biden Segera Ketemuan

News - sef, CNBC Indonesia
10 November 2021 07:12
FILE - In this Dec. 4, 2013, file photo, Chinese President Xi Jinping, right, shakes hands with then U.S. Vice President Joe Biden as they pose for photos at the Great Hall of the People in Beijing. As Americans celebrate or fume over the new president-elect, many in Asia are waking up to the reality of a Joe Biden administration with decidedly mixed feelings. Relief and hopes of economic and environmental revival jostle with needling anxiety and fears of inattention. The two nations are inexorably entwined, economically and politically, even as the U.S. military presence in the Pacific chafes against China’s expanded effort to have its way in what it sees as its natural sphere of influence. (AP Photo/Lintao Zhang, Pool, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik datang dari Amerika Serikat (AS) dan China. Kedua pemimpinnya, Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping akan segera bertemu secara visual.

Melansir Reuters, agenda itu kemungkinan terlaksana pekan depan. Hal ini dikatakan salah satu sumber yang menyebut sudah diberi pengarahan.


Namun sayangnya, Juru Bicara Gedung Putih dan Kedutaan China di Washington menolak berkomentar. Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan pekan lalu, bahwa ini bagian dati tanggung jawab AS mengelola persaingan dengan China.

Sebelumnya, Biden diketahui sudah sejak lama ingin bertemu Xi Jinping. Ia beberapa kali mengutarakan keinginannya itu.

Namun Xi Jinping tak kunjung menghadiri sejumlah pertemuan global. Terakhir di G20 Italia dan KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, ia juga tak hadir.

Ini pun disindir keras oleh Biden. Ia mempertanyakan kepemimpinan China dalam isu perubahan iklim.

"Fakta bahwa China mencoba menegaskan ... peran baru di dunia sebagai pemimpin dunia, tidak muncul," katanya awal November ini.

"Bagaimana Anda (China) melakukannya dan mengklaim dapat memimpin? ... Ini adalah kesalahan besar ... karena China tidak muncul. Seluruh dunia melihat China dan berkata 'nilai' apa jadi yang mereka berikan?," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sengit! AS Serang China, 10 Perusahaan Masuk Daftar Hitam


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading