Internasional

Krisis Inggris Beneran ke Mana-mana, Tukang Jagal Babi Hilang

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 October 2021 08:00
Ilustrasi babi. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis yang terjadi di Inggris terus menelurkan efek domino baru. Kali ini Negeri Ratu Elizabeth itu melaporkan ancaman kekurangan penyembelih babi.

Mengutip Reuters, Asosiasi Babi Nasional Inggris mengatakan bahwa kombinasi Brexit dan Covid-19 telah memicu eksodus para pekerja asing dari Eropa Timur, termasuk tukang potong babi. Hal ini telah membuat penumpukan sekitar 120 ribu ekor babi di peternakan yang menunggu untuk disembelih.


Akibat kejadian ini, pemerintah Inggris pun mengambil langkah baru. Downing Street dilaporkan memerintahkan agar imigrasi menawarkan visa darurat enam bulan kepada 800 tukang jagal yang merupakan imigran.

"Apa yang akan kami lakukan adalah mengizinkan tukang jagal di rumah potong hewan dan pengolah daging yang berurusan dengan babi, untuk dapat masuk sementara di bawah skema Pekerja Musiman hingga enam bulan," kata Sekretaris Lingkungan George Eustice kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

"Itu akan membantu kami mengatasi tumpukan babi yang saat ini kami miliki di peternakan untuk memberi para pemotong itu kemampuan untuk menyembelih lebih banyak babi."

Hal ini pun disambut baik oleh peternak. Wakil Presiden Serikat Petani Nasional Tom Bradshaw mengatakan kepada Times Radio bahwa visa tersebut adalah "langkah ke arah yang benar".

"Yang penting adalah seberapa cepat kita bisa membawa tukang daging itu ke sini?," katanya.

"Kami hanya membutuhkan mereka di sini sesegera mungkin."

Kurangnya tukang daging hanyalah salah satu dari sejumlah masalah di mana Inggris menghadapi kekurangan tenaga kerja yang akut. Sebelumnya London mengumumkan rencana untuk mengeluarkan visa sementara untuk 5.000 pengemudi truk asing dan 5.500 peternak unggas.

Defisit pekerja ini pun terjadi akibat peraturan imigrasi yang timbul pasca Brexit dan pandemi Covid-19. Hal ini membuat banyak imigran yang bekerja di Inggris harus segera kembali ke negaranya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fakta-fakta Krisis di Inggris, Apa Saja?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading