Cerita Jokowi Tunggu Merger Pelindo: 7 Tahun Tak Terealisasi

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
14 October 2021 12:22
Presiden Joko Widodo Saat Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo Saat Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan penggabungan PT Pelindo I, II, III, dan IV yang kini berubah nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Berbicara di sela peresmian, Jokowi mengaku menantikan penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan tersebut selama tujuh tahun lamanya.

"Saya tunggu-tunggu 7 tahun enggak terealisasi," kata Jokowi saat peresmian penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (14/10/2021).


Jokowi menceritakan, pada saat itu ia memerintahkan Rini Soemarno, Menteri BUMN saat itu untuk melebur Pelindo menjadi satu. Namun, periode pertama pemerintahan Jokowi kala itu tak berhasil.

"Sudah dimulai, kalau enggak holding transisi ada virtual holding, dilakukan tapi holdingnya baru ketemu," kata Jokowi.

Barulah di periode kedua pemerintahan, Jokowi akhirnya resmi menggabungkan Pelindo menjadi satu di bawah tangan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.

Jokowi berharap, kehadiran Pelabuhan Indonesia dapat memangkas biaya logistik yang dapat bersaing dengan negara lain. Pemerintah ingin, agar daya saing Indonesia tak kalah dari negara lain.

"Kedua saya minta dipartnerkan, carikan partner yang memiliki networking yang memiliki jaringan yang luas, sehingga nanti terkoneksi dengan negara lain dengan baik," katanya.

"Artinya apa? Produk kita, barang kita bisa menjelajah ke mana-mana, masuk supply chain global. Goalnya ke sana," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading