Internasional

Korban Krisis Energi Nambah Lagi, Kali Ini di Timur Tengah

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
11 October 2021 15:30
Antrian BBM di Lebanon. (AP/Hassan Ammar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis energi saat ini telah merambah ke Timur Tengah. Salah satu negara di kawasan itu, Lebanon, harus mengalami krisis listrik akibat kehabisan bahan bakar.

Mengutip USA Today, perusahaan penyedia layanan listrik di negara itu, Electricite De Liban, harus menutup dua pembangkit listrik utama akibat kehabisan sumber energi, akhir pekan kemarin. Tak tanggung-tanggung, total tenaga listrik yang hilang mencapai 270 megawatt.


"Dua pembangkit listrik utama Lebanon terpaksa ditutup setelah kehabisan bahan bakar," ujar perusahaan itu dikutip Senin (11/10/2021).

Sektor energi di Lebanon sendiri sebenarnya telah merasakan krisis energi sejak beberapa bulan lalu. Pada Agustus, negara yang memiliki simbol Pohon Cedar itu mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Ini membuat warga di negara itu melakukan beberapa aksi nekat dengan membajak truk tangki minyak. Perusahaan minyak pun urung untuk mengirim bensin atau solar karena bingung menentukan harga.

Sementara itu, Electricite De Liban terus beroperasi dengan kerugian tahunan hingga US$ 1,5 miliar. Kenyataan ini telah merugikan negara lebih dari US$ 40 miliar selama beberapa dekade terakhir.

Untuk membantu meringankan krisis, Lebanon telah menerima pengiriman bahan bakar dari Iran melalui Suriah. Irak juga telah membuat kesepakatan dengan Beirut yang akan membantu perusahaan listrik negara berpenduduk 7 juta itu tetap beroperasi selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah Lebanon yang baru juga sedang merundingkan pasokan listrik dari Yordania dan gas alam dari Mesir, juga melalui Suriah. Namun kesepakatan itu kemungkinan masih akan memakan waktu berbulan-bulan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lebanon Makin Chaos! Ekonominya Nyungsep, Calon PM Mundur


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading