Internasional

Ramai-ramai Negara Borong 'Obat Kuat' Lawan Covid, Apa Tuh?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 October 2021 14:50
FILE PHOTO: An experimental COVID-19 treatment pill called molnupiravir being developed by Merck & Co Inc and Ridgeback Biotherapeutics LP, is seen in this undated handout photo released by Merck & Co Inc and obtained by Reuters May 17, 2021. Merck & Co Inc/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. THIS IMAGE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY, AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara kini berlomba-lomba memborong kapsul antivirus yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat (AS) Merck & Co alias Merck Sharp & Dohme (MSD), Molnupiravir. Kapsul ini diklaim dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 cukup parah.

Meski efikasi obat itu dalam menghindari gejala parah hanya 50%, kapsul itu dianggap terobosan potensial tentang bagaimana virus corona kini dapat diobati. "Antivirus oral yang dapat mempengaruhi risiko rawat inap hingga tingkat seperti itu akan mengubah ini semua," kata Amesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, dikutip Reuters, dikutip Kamis (7/10/2021).


Meski belum mendapatkan izin edar, banyak negara sudah mulai mengamankan pasokan obat ini untuk penanganan pandeminya. Rata-rata merupakan negara tetangga RI.

Berikut daftarnya sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia:

1. Singapura

Singapura memutuskan membuat kesepakatan awal dengan MSD, Rabu (6/10/2021) untuk memastikan agar pasokan obat Molnupiravir dapat diakses oleh negara itu setelah mendapatkan izin edar di Amerika Serikat (AS) dan Singapura.

Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan Molnupiravir akan tersedia untuk digunakan setelah Merck menyerahkan data ke Health Sciences Authority (HSA) dan mendapat otorisasi untuk digunakan di Singapura.

"Penambahan Molnupiravir ke portofolio terapi Covid-19 kami memastikan bahwa kami memiliki berbagai pilihan pengobatan untuk kelompok pasien yang berbeda," kata kementerian.

"Nantinya, tidak akan ada uji klinis Molnupiravir di Singapura,".

2. Malaysia

Malaysia telah mencapai kesepakatan dengan MSD untuk membeli 150 ribu kapsul Molnupiravir, Kamis (7/10/2021).Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan pemerintah telah menandatangani surat perjanjian tersebut.

"Keputusan ini dibuat saat kami bersiap untuk transisi ke fase endemik, di mana kami dapat hidup berdampingan dengan virus dengan menambahkan perawatan inovatif baru sebagai 'senjata' untuk melawan Covid-19, selain vaksinasi dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya," ujar Khairy dalam sebuah keterangan pers dikutip Channel News Asia (CNA).

3. Thailand

Pemerintah Thailand berencana untuk membeli 200 paket kapsul Molnupiravir. Drektur Jenderal Departemen Layanan Medis, Somsak Akksilp, mengatakan kepada Reuters bahwa Thailand saat ini sedang mengerjakan perjanjian pembelian untuk obat antivirus itu.

"Kami sekarang sedang mengerjakan perjanjian pembelian dengan Merck yang diharapkan selesai minggu ini ... kami telah mem-booking 200 ribu pil sebelumnya," kata Somsak.

Halaman 2>>

Taiwan hingga Korsel
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading