Internasional

5 Fakta Krisis Energi Eropa hingga Seret Rusia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 October 2021 14:10
Vapor comes out from chimneys at the Boroa combined cycle gas turbine (CCGT) power plant in Amorebieta, Spain, September 14, 2021. REUTERS/Vincent West

Jumlah Penyimpanan Gas Alam

Salah satu kekhawatiran di Uni Eropa tahun ini juga terkait jumlah penyimpanan gas alam yang lebih rendah dari saat ini dibandingkan tahun lalu. Mereka memiliki sekitar 95% pada Oktober 2020 lalu, tetapi saat ini hanya ada sekitar 75% setelah stok menurun pasca musim dingin yang panjang.

"Kami tidak siap, sangat siap untuk menavigasi musim dingin, yang merupakan sistem pemanas, sehingga kekhawatiran yang menaikkan harga. Pedagang, pasar mengharapkan potensi krisis pasokan di musim dingin, dan itu mendorong naik harganya sekarang," kata Simone Tagliapietra, seorang rekan senior di think tank Bruegel yang berbasis di Brussel.


Inflasi Kawasan Euro

Menurut data Eurostat, lonjakan harga gas alam juga mendorong inflasi di 19 negara pada zona euro. Inflasi berada pada level tertinggi 13 tahun sebesar 3,4% di negara-negara zona euro karena inflasi 17,4% di sektor energi.

Itu naik dari -8,2% inflasi di sektor yang sama September lalu.

Gas Alam dalam Konsumsi UE

Gas alam adalah bahan bakar yang paling banyak dikonsumsi kedua di 27 negara anggota UE setelah minyak dan produk minyak bumi. Meskipun konsumsi telah menurun dibandingkan tahun 2008, namun tetap menjadi sumber energi yang besar.

Beberapa ahli berpendapat bahwa bagian dari masalahnya adalah ketergantungan pada bahan bakar fosil dan transisi ke energi terbarukan akan membantu memecahkan masalah. Tetapi permintaan publik akan bahan bakar fosil juga harus beradaptasi dengan sistem baru yang mengandung lebih banyak energi terbarukan.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading