Turis Asing Masuk 14 Oktober, Pengusaha Bali Sudah Siap?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 October 2021 17:25
Police officers stand guard at the Ngurah Rai airport, Friday, April 24, 2020, in Bali, Indonesia. Indonesia is suspending passenger flights and rail service as it restricts people in the world's most populous Muslim nation from traveling to their hometowns during the Islamic holy month of Ramadan because of the coronavirus outbreak. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melonggarkan secara bertahap pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Bali. Salah satunya adalah pembukaan Bandara Internasional Ngurah Rai untuk kedatangan internasional dari enam negara antara lain Korea Selatan dan Selandia Baru mulai 14 Oktober 2021.

Pelaku usaha pun menyambut baik kebijakan itu karena bakal membangkitkan ekonomi masyarakat. Ketua Umum DPP Association of Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) Ketut Swabawa menilai pelaksanaan di lapangan nantinya juga harus jelas.

"Masih perlu ada klarifikasi dan juknis (petunjuk teknis) lebih lanjut dari instansi terkait. Apakah yang diizinkan masuk ke RI adalah warga enam negara tersebut atau orang asing lainnya yang ada di negara tersebut juga boleh masuk? Lalu apakah negara-negara yang disebutkan itu mengijinkan warganya ke luar negeri termasuk ke Indonesia untuk berwisata?," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Selain itu, juga masih ada penyesuaian peraturan yang diperlukan untuk menjadikan Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai entry point bagi wisman. Sebab, sesuai Permenkumham Nomor 34/2021, hanya dua bandara yang diperbolehkan menerima kedatangan penumpang internasional, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi.



Dewan Pertimbangan AHLI Nyoman Astama pun mempertanyakan sejumlah aspek. Misalnya visa untuk wisatawan.

"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kesiapan operator penerbangan internasional, apakah sudah ada kejelasan kapan mereka mulai membuka reservasinya? Karena perlu waktu paling tidak satu atau dua bulan untuk mempersiapkan semua sumber daya yang diperlukan," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Kesiapan itu utamanya berasal dari unsur pelaku usaha di lapangan, di mana harus menyiapkan berbagai sumber daya, mulai dari karyawan hingga kebutuhan pokok lainnya, terutama di sektor hotel. Berbagai juknis tersebut harus terjawab sebelum kegiatan pariwisata berjalan kembali.

"Kami menyambut baik berita di atas, dan ini perlu prosedur matang dan terukur serta penerapan dengan disiplin di lapangan agar pembukaan perbatasan Bali untuk wisman bisa terkendali secara terukur dan tentunya perekonomian masyarakat mulai bergeliat," ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading