Bali Dibuka Lagi 14 Oktober, Turis Asing Langsung Ramai?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
07 October 2021 16:05
A surf instructor prepares for surf lesson to a tourist at Kuta beach, Bali, Indonesia on Wednesday, Oct. 6, 2021. Indonesia plans to reopen the airport in the resort island of Bali for international flights on Oct. 14, after closing it for more than a year because of the COVID-19 pandemic. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan membuka pintu kedatangan internasional pada 14 Oktober. Namun wisatawan mancanegara yang diperbolehkan hanya berasal dari beberapa negara seperti Korea Selatan dan Selandia Baru.

Pemerintah juga menerapkan protokol yang ketat untuk kedatangan turis asing ke Pulau Dewata. Jika tidak memenuhi syarat wisatawan itu akan dipulangkan negara asal.

Syaratnya adalah wisatawan harus melakukan RT-PCR dengan kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan dari negara asal. Lalu pengunjung juga diwajibkan untuk melakukan karantina selama 8x24 jam. Setelah itu, pelancong baru diperbolehkan melakukan kegiatan di Bali.

"Cost of traveling turis tentu akan lebih tinggi dengan wajib karantina 8 hari 7 malam, belum lagi yang datang ke Bali juga berarti harus long stay," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pengusaha Hotel Indonesia Maulana Yusran, Kamis (7/10/2021).

Menurut dia, peningkatan wisatawan seiring pembukaan pintu kedatangan internasional akan berimbas pada kenaikan keterisian hotel. Sebab, kontribusi okupansi hotel di Bali paling besar berasal dari wisman.

Selain itu, pintu kedatangan Bali juga baru dibuka untuk turis asing dari beberapa negara saja. Untuk tahap awal, menurut Maulana, tentu belum akan terlihat peningkatan wisatawan yang signifikan. Oleh karena itu, belum bisa diprediksi berapa peningkatan wisman.

"Kita positive thinking saja, masalah kurang-kurang pasti ada, pasti nanti dievaluasi. Tapi pembukaan ini adalah acuan yang baik," katanya.



Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, pintu kedatangan internasional Bali yang dibuka 14 Oktober nanti menjadi sentimen positif bagi industri perhotelan. Namun, karena hanya untuk turis beberapa negara, maka peningkatannya tidak akan signifikan.

"Belum secara otomatis turis mau datang karena tergantung dari negaranya. Mereka juga masih melihat apakah Indonesia siap untuk antisipasi wabah Covid-19 ini," katanya dalam webinar, Rabu (6/10/2021).

Dia menyarankan hotelier mempersiapkan kegiatan bisnis, mulai dari upgrade standar kebersihan dan kesehatan, juga gencar melakukan promosi dan diskon.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat! Bali Bakalan Dibuka Buat Turis Asing 14 Oktober


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading