MARKET DATA

Harga Telur Ayam Hingga Cabai Rawit Turun, September Deflasi!

Cantika Adinda Putri,  CNBC Indonesia
01 October 2021 12:30
Harga Telur Ayam Hingga Cabai Rawit Turun, September Deflasi!
Foto: Telur Ayam (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi deflasi atau minus 0,04% pada September 2021 dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm)m dengan harga Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,53.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan deflasi pada September ditunjukan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,47% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,01%

"Makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil deflasi sebesar 0,12%. Dimana komoditas penyebab utamanya yaitu telur ayam ras sebesar -0,07%, cabai rawit 0,03%, dan bawang merah dengan andil sebesar -0,03%," jelas Margo konferensi pers, Jumat (1/10/2021).

"Sementara itu komoditas yang menghambat deflasi atau inflasi yakni naiknya harga minyak goreng dengan andil 0,02%," kata Margo melanjutkan.

Deflasi yang terjadi pada September 2021 menurut komponennya, kata Margo didorong oleh harga komponen bergejolak -0,15%, komoditasnya yakni telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.

Sementara pada komponen inti merupakan pendorong inflasi dengan andil sebesar 0,09%, dengan komoditas pendorong inflasinya yakni sewa rumah 0,01%.

Kemudian harga yang diatur pemerintah juga tercatat mengalami inflasi dengan andil 0,02%. "Pendorong inflasi pada sektor ini yakni bensin, rokok putih, rokok kretek filter, dengan andil masing-masing 0,01%," jelas Margo.

Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,9% dengan IHK sebesar 105,94 dan terendah terjadi di Palu sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 108,33.

"Penyebab deflasi di Gorontalo penyumbang utama berasal dari cabai rawit -0,47%, ikan tuna -0,13% dan ikan layang -0,11%," tutur Margo.

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,6% dengan IHK sebesar 104,98 dan terendah terjadi di Surakarta sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 105,96.

(mij/mij) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Kembali Deflasi di Februari 2025, Ini Ternyata Penyebabnya!


Most Popular
Features