Internasional

Krisis Listrik Hantam China, Xi Jinping 'Buru' Batu Bara Lagi

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 September 2021 09:05
Xi Jinping. (REUTERS/Jason Lee)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China memutuskan untuk mengintensifkan kembali pemakaian batu bara sebagai sumber energi demi memecah kebuntuan krisis listrik di negara itu. Langkah ini otomatis mengerek harga material itu ke level tertingginya.

Mengutip Reuters, batu bara termal berjangka di Negeri Tirai Bambu mencapai level tertinggi sepanjang masa dengan 1.376,8 yuan atau sekitar Rp 3 juta per ton pada Rabu (29/9/2021). Kenaikan ini terjadi sesaat setelah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) mendesak perencana ekonomi lokal, administrasi energi dan perusahaan kereta api untuk meningkatkan transportasi batu bara.


"Setiap perusahaan kereta api harus memperkuat transportasi batubara ke pembangkit listrik dengan persediaan kurang dari tujuh hari dan meluncurkan mekanisme pasokan darurat tepat waktu," kata NDRC.

Sementara itu, pasokan listrik di tiga provinsi timur laut semakin mengkhawatirkan. Pasalnya wilayah yang dihuni lebih dari 100 juta jiwa itu semakin mendekati musim dingin, dimana kebutuhan energi untuk pemanas juga meningkat.

"Jika ada pemadaman listrik di musim dingin, maka pemanas juga akan berhenti," kata Fang Xuedong, 32, seorang sopir pengiriman di Shenyang, ibu kota provinsi Liaoning.

"Saya punya anak dan orang tua di rumah, jika tidak ada pemanas maka itu merupakan masalah."

Selain warga sipil, keadaan ini juga mengancam bisnis-bisnis di negara itu. Setidaknya 15 perusahaan mengatakan produksi mereka telah terganggu oleh pembatasan listrik. Ini termasuk produsen bahan baku produksi seperti aluminium, tekstil, dan kedelai.

Mengutip CNBC International, krisis listrik ini juga berdampak pada rantai pasokan global. Sejumlah investor asing disebut mulai berencana mencari wilayah lain untuk pabrik-pabriknya.

"Beberapa perusahaan berada di 'batasnya' tentang investasi di China. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan sekarang," kata Johan Annell, mitra di perusahaan konsultan Asia Perspective.

"Perusahaan mengandalkan stabilitas kebijakan dan prediksi," kata Wakil Presiden untuk Operasi China di Dewan Bisnis AS-China, Matt Margulies. 

Sebelumnya krisis energi ini sendiri terhubung dengan ambisi pemerintah dalam mengurangi emisi karbon pada 2030. Presiden China Xi Jinping berencana untuk mulai menghentikan operasional pembangkit batu bara dan menggantinya dengan energi terbarukan.

Namun untuk mencapai target itu, dibutuhkan pembangunan100 gigawatt pembangkit tenaga surya dan 50 gigawatt tenaga angin setiap tahun untuk menyeimbangkan kenaikan konsumsi sebesar 5%. Hal ini jauh dari pertumbuhan energi terbarukan tahunan China yang baru mencapai setengah dari itu. Ini akhirnya membuat krisis pasokan listrik di negara itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini 'Biang Kerok' yang Buat Krisis di China Makin Ngeri


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading