Pasokan Listrik Melimpah, Ini Jurus PLN Tingkatkan Permintaan

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
29 September 2021 18:55
Melihat Gardu Induk 150kV Kendari. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) saat ini mengalami kelebihan pasokan listrik. Prediksi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan permintaan listrik yang meleset menjadi salah satu penyebab.

Kondisi ini juga diperparah dengan pandemi Covid-19 yang membuat konsumsi listrik masyarakat semakin melesu.

Lalu, bagaimana upaya PLN dalam mendorong permintaan listrik?


Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membenarkan kondisi saat ini PLN tengah mengalami kelebihan pasokan listrik. Menurutnya, prediksi atas pertumbuhan ekonomi dan permintaan listrik yang dibuat pada 2015 lalu terbukti meleset. Selama lima tahun terakhir ini pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik tidak sesuai proyeksi.

"Apakah ini masalah yang harus diselesaikan, iya. PLN paham ini harus diselesaikan," ungkapnya dalam Energy Corner Road to Energy Day "Jurus RI Hadapi Tantangan Transisi Energi" CNBC Indonesia, Rabu (29/09/2021).

Namun demikian, menurutnya PLN tak akan berdiam diri. Perseroan pun memiliki sejumlah strategi mendorong konsumsi listrik, di antaranya dengan membuat captive power, di mana industri manufaktur yang masih menggunakan pembangkit listrik sendiri saat ini mulai beralih ke PLN.

Lalu, electricity agriculture, mulai dari penggilingan padi dan pertanian.

"Dan pendekatan ke Independent Power Producer (IPP) bahwa ada kelebihan beban," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong transisi energi di sektor transportasi dari mulanya berbasis bahan bakar minyak (BBM) kemudian bergeser ke kendaraan listrik.

"Jadi kita alami ini benar (kelebihan pasokan), kita proses holistik, selesaikan ini," imbuhnya.

Soal kendaraan listrik, pemerintah juga terus mendorong ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Penggunaan kendaraan listrik ditargetkan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, di dalam grand strategi energi nasional yang tengah dirancang pemerintah, ditargetkan akan ada 2 juta kendaraan listrik roda empat alias mobil listrik mengaspal pada 2030.

Lalu, sebanyak 13 juta unit untuk kendaraan listrik untuk roda dua atau motor listrik.Bahkan, untuk rencana jangka panjang pada 2040 pemerintah menargetkan semua penjualan motor di dalam negeri akan berbasis listrik atau semuanya merupakan motor listrik, tak lagi berbasis BBM. Dan untuk mobil ditargetkan pada 2050 semua mobil yang beredar adalah mobil listrik.

"Jangka panjang, diharapkan tahun 2040 seluruh penjualan motor roda dua dalam negeri akan berbasis kendaraan listrik. Tahun 2050, roda empat seluruhnya merupakan kendaraan listrik," paparnya dalam acara peluncuran "SPKLU BPPT-Pertamina", Kamis (05/08/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading