Erdogan Mulai Sindir Taliban, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 September 2021 16:42
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mulai melontarkan komentar negatif kepada kelompok penguasa Afghanistan, Taliban. Erdogan menyebut Taliban masih gagal dalam membentuk pemerintahan yang merangkul seluruh kalangan.

Mengutip Al Jazeera, Jumat (24/9/2021), komentar itu ia lontarkan pada forum sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia menyebut hingga saat ini Turki belum melihat manuver Taliban dalam menjangkau wanita dan beberapa kelompok minoritas dalam pemerintahan

"Melihat pendekatan Taliban saat ini, sayangnya kepemimpinan yang inklusif dan menyeluruh belum terbentuk," ujarnya.


"Saat ini, hanya ada beberapa sinyal tentang kemungkinan beberapa perubahan, bahwa mungkin ada suasana yang lebih inklusif dalam kepemimpinan."

Meski begitu, Erdogan mengatakan bahwa Turki akan selalu bersedia bila Taliban meminta bantuan demi mewujudkan perdamaian dan kesetaraan di negara Asia Tengah itu.

"Kami belum melihat ini. Jika langkah seperti itu dapat diambil, maka kita dapat beralih ke titik membahas apa yang dapat kita lakukan bersama," pungkasnya lagi.

Pemerintahan baru bentukan Taliban sejauh ini memang belum merangkul kaum-kaum minoritas dan wanita. Seluruh kabinet bentukan kelompok berhaluan Islam itu adalah kaum pria yang juga didominasi oleh etnis Pashtun. Hal ini telah mendapatkan pertentangan dari beberapa negara di dunia.

Di sisi lain, Taliban juga saat ini sedang mengharapkan hubungan baik dengan beberapa negara, terutama negara-negara Islam seperti Turki. Hal ini sangatlah dibutuhkan untuk memperoleh pengakuan internasional atas pemerintahan kelompok itu.

Kelompok Taliban berhasil menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu. Kelompok ini menang setelah posisi pemerintah Afghanistan semakin terdesak karena AS yang memutuskan untuk menarik seluruh militernya dari negara itu setelah 20 tahun bertugas di sana. Kelompok itu telah berjanji untuk memulihkan keamanan di negara yang telah dilanda kekerasan dalam beberapa tahun terakhir itu.

 


[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading